Thursday, May 19, 2011

Marry Me (Part 4-END-)

Author: happyhanna (@hannamorant)

Rating: General

Cast: Jung Yong Hwa
         Lee Shi Na (fiktif)
        Lee Jung Shin

Note: miaaaaaaaaaaaaaan *bow* part ini lama di post. semoga puas sama ceritanya :) komennya jangan lupa ya :)
***
  Shina POV
  “aku pulang….” Aku pun duduk disofa, mataku tertuju pada sebuah undangan berwarna kuning gading dengan pita merah. Tiffany dan Kikwang, aku heran membaca nama yang tertera.
  “sudah pulang kau” jungshin oppa duduk disebelahku dan meraih remote TV
  “ne, ini dari tiffany?” tanyaku sambil menunjuk undangan yang sedang aku pegang
  “oh itu, dari temanku kikwang…”
  “oppa kenal kikwang?” tanyaku,
  “iya, ia temanku, ia akan segera menikah dengan tiffany, kau kenal tiffany?” sekarang giliran jungshin yang bertanya
  “dia sahabatnya yonghwa, aku hanya pernah bertemunya sekali” kataku, jungshin mengangguk, lalu ia melirik kearahku dan tersenyum jahil
  “waeyo?”
  “hmm temani aku ya ke acara pernikahan kikwang”
  “malas ah, aku tidak suka pesta” tolakku
  “ayolah, masa aku kesana sendirian?? Sebentar saja…asal aku sudah bertemu kikwang sudah itu kita pulang, setidaknya ia tahu aku sudah datang okay”
  “hmm…..baiklah. sudah ya aku mau kekamar dulu, mau mandi” akupun beranjak kekamar. Tiba-tiba aku sadar sesuatu, kalau aku dan jungshin oppa ke acara pernikahan tiffany berarti kemungkinan aku akan bertemu yonghwa.
  “ah pasti suasananya akan sangat tidak enak, tadi saja ia sudah bersikap aneh begitu. Dasar namja aneeeeeeeeeeeeeeeh” kataku gemas pada yonghwa.

***
  “oppa….aku tidak jadi ikut ya” rengekku pada jungshin oppa
  “kau kan sudah janji, lagian kau sudah dandan seperti itu. Sudah yuk nanti terlambat”
  “oppaa….” Aku merengek lagi
  “aishhh….kau jangan jadi seperti anak kecil dong” jungshin oppa menarik tanganku dan membukakan pintu mobil, mau tidak mau akupun duduk diam disamping jungshin oppa.
Setengah perjalanan kami lalui dalam diam.
  “kenapa kau diam saja?” Tanya jungshin oppa
  “anio” aku hanya memandang keluar jendela mobil . jungshin oppa pun kembali focus kejalanan

  Suasana pestanya cukup ramai, ternyata jungshin oppa bertemu dengan banyak teman lamanya, akupun berusaha untuk membaur dengan mereka, tiba-tiba tatapan mataku tertuju pada seorang namja disudut ruangan yang sedang memegang gelas wine tanpa meminumnya, tatapan matanya tertuju pada sepasang pangantin yang sedang berbahagia.
  Tiba-tiba namja itu memalingkan wajahnya kearahku, walaupun jarak kami cukup jauh tapi tatapan tajamnya bisa aku rasakan.
  “yonghwa” kataku pelan, ia hanya tersenyum dan kambali memalingkan wajahnya, ia meneguk sedikit winenya lalu ia pun beranjak menuju beranda gedung pernikahan itu. Tanpa sadar aku melangkahkan kakiku dan berjalan mengikuti yonghwa menuju beranda.  Ia duduk disebuah bangku kayu disana, akupun duduk disebelahnya, ia hanya diam saat aku duduk disampingnya.
  “apa kabar?” tanyaku basa basi
  “baik” katanya lalu suasana kembali hening
  “kau tidak Tanya kabarku?”
  “kau pasti baik-baik saja” yong hanya menatap bintang-bintang.
  “kau sombong sekarang” kata shina
   “masa??”
  “kau ini jutek sekali sih, aku kan Tanya baik-baik padamu kenapa kau menjawab seolah-olah kau itu bicara sendiri?” shina kesal dengan sikap yonghwa yang tidak menganggapnya
  “ya!! Kau menyamakan aku dengan orang gila?!!” kata yonghwa, shina pun berdiri dan memandang yonghwa tajam
  “iya!! Kau namja gila!!!” shina pun beranjak masuk keruang pesta lagi, ia berjalan menuju jungshin oppa. Yonghwa memerhatikan shina yang pergi meninggalkannya dan menuju seorang namja didalam sana. Yonghwa memalingkan pandangannya ke langit melihat bintang-bintang dan menghembusakan nafasnya dengan kasar.
  “ya!! Aku gila, aku memang gila!!!” sekali lagi ia menatap shina yang tampaknya pergi dengan namja itu entah kemana. Senyum yonghwa mangembang seiring dengan sesuatu yang muncul di pikirannya.
  ***
   “kau kenapa? Pulang kuliah cemberut begitu? Dimarahi dosen?” Tanya jungshin saat melihat shina hanay diam dengan wajah kusutnya, yang ditanya hanya menjawab dengan gelengan lesu
  “banyak tugas kuliah?” lagi-lagi hanya gelengan
  “uang mu habis?” Tanya jungshin lagi, dan hanya gelengan yang menjawabnya
  “lalu?” Tanya jungshinsemakin penasaran
  “oppa tidak akan mengerti” kata shina dengan malas-malasan
  “hmm…aku tahu, pasti masalah tentang namja kan?” Tanya jungshin lagi, kali ini ia yakin perkiranaanya benar karena tidak ada jawaban dari shina
  “yonghwa lagi?” Tanya jungshin terus, shina hanya menghela nafas panjang.
  “kan sudah aku bilang kemarin, selesaikan masalahmu dengannya baik-baik supaya kalian tidak diem-dieman terus begini, apa kau tidak bosan dengar omma terus menanyakan yonghwa terus? Kan kalau kalian baikan ia bisa main kesini” jungshin berusaha menasihati adiknya.
  “tapi aku tidak tahu caranya” kata shina
  “telepon saja, gampangkan?” jungshin menyodorkan ponsel shina, tapi shina mengacuhkannya
  “oppa pikir gampang apa?” shina masih kesal, jungshin tersenyum.
  “ya sudah, tenangkan saja dulu hatimu, kalau sudah teang, baru kau bicara baik-baik padanya. Nah sekarang temani oppa makan ice cream yuk, oppa traktir deh” ajak jungshin lalu menarik tangan adiknya.
  ***
  “bagaimana? Enak tidak?” kata jungshin setelah melahap 2 scop ice cream.
  “hmm enak” kata shina
  “kau tidak senang ya jalan-jalan denganku”
  “aku senang kok, hanya saja aku sedang tidak mood oppa” kata shina, jungshin mengusap rambut adiknya itu.
  “ternyata dongsaeng ku sudah besar ya, sudah bisa jatuh cinta dan patah hati” jungshin sedikit terkekeh
  “oppa ini kenapa sih?” kata shina sambil mengunyah ice creamnya, mereka tidak sadar seseorang sedang mengamati mereka.

Sekarang jungshin dan shina sedang duduk-duduk ditaman dekat rumah mereka, udara sore ini hangat walaupun sesekali angin menerpa wajah mereka.
  “ingat tidak, dulu kita sering bermain disitu. Kau selalu mengikutiku kemanapun aku pergi” jungshin mengenang masa kecilnya sedangkan shina berkutat dengan pikirannya yang dipenuhi nama yonghwa.
  “kau juga sering jatuh karena kau tidak pernah bisa mengikat tali sepatumu ahhahahaha” junsghin tertawa, tapi tiba-tiba shina terisak disebelahnya.
  “shinaya~ gwencaha?” Tanya jungshin lalu menarik shina kedekapannya. Shina terisak didalam pelukan oppanya
  “aku….aku ingin bertemu yonghwa, aku kangen padanya….” Shina semakin terisak.
  “stttt….uljimae…..” jungshin berusaha menenangkan.
  “aku bingung oppa, tekahir kali aku bertemu dengannya ia sangat dingin padaku oppa, aku tidak tahu kenapa? Ia benci padaku oppa”
  “tidak, ia tidak mungkin benci padamu shinaya….”
  “atau mungkin ia ingin membatalkan perjodohan kita…aku tidak masalah, asal dia tidak benci padaku oppa….aku…aku menyukai yonghwa….” Shina semakin terisak.
  “iya aku tahu…makanya kau tenangkan dirimu dulu, setlah itu kau utarakan perasaanmu pada yonghwa…”
  “tapi aku takut ia semakin membenciku….” Tiba-tiba jungshin melepaskan pelukannya.
  “ya!! Kau berani-beraninya membuat shina menangis huh?” shina terkesiap saat melihat yonghwa datang tiba-tiba dan memukul wajah jungshin hingga tersungkur ketanah.
  “oppa….” Shina berusaha membantu jungshin berdiri, tapi ia berdiri lebih dulu. Shina mengalihkan pandangannya pada yonghwa yang menetapnya dengan ttapan emosi
  “YAA!! Apa yang kau lakukan?? Kau mabuk lagi huh!!” shina berterika pada yonghwa, tapi yonghwa mengacuhkannya, ia bersiap memukul junsghin lagi tapi kali ini junsgin lebih cepat mendaratkan kepaln tangannya di pipi kiri yonghwa.
  “damn!!!” yonghwa berusaha membalas, tapi dengan sigap shina berdiri diantara 2 namja yang sedang baku puluk ini, sehingga yonghwa menahan dii supaya ia tidak melukai shina.
  “kalian kenapa sih!! Hentikaaaaan!!!”
  “kau mau membela dia?? Dia sudah membuat mu menangis…biar aku balas dia” kata yonghwa menyiapkan kelapan tangannya. Jungshin juga tidak mau kalah, ia sudah mengambil ancang-ancang.
PLAAAAAAAAK
  Ternyata telapak tangan shina yang mendarat lebih dulu du pipi yonghwa
  “kau bilang apa tadi? Kau bilang oppa ku yang mebuatku menangis?”
  “oppa….??” Yonghwa menatap jungshin, jungshin hanya tersenyum kecut
  “iya, dia kakak ku, dan asal kau tahu saja, bukan dia yang membuatku menangis..babo namja” kata shina sambil mendorong yonghwa dan ia berlari pulang. Tinggalah yonghwa dan jungshin.
  “belum sadar juga?” Tanya jungshin pada yonghwa yang masih menatap shina yang berlari semakin jauh.
  ***
  “jadi dia menangis karena aku?” yonghwa menunduk saat mendengar cerita jungshin
  “begitulah” kata jungshin , yonghwa menghela nafas panjang.
  “aku tidak bermaksud seperti itu..hanya saja aku kira kau itu namja cinggunya dan aku…dan aku…aku….”
  “cemburu?” jungshin memotong perkataan yonghwa.
  “aku juga laki-laki, aku tau rasanya cemburu saat melihat yeoja yang kita sukai dekat dengan orang lain, tapi kau tidak usah bersikap seperti itu padanya” kata jungshin menasehati yonghwa
  “baiklah aku akan minta maaf padanya, aku tahu aku sudah salah mengira, aku keterlaluan” kata yonghwa menyesal. Jungshin menepuk bahu yonghwa
  “adikku bukan pendendam, aku yakin dia pasti akan memaafkanmu walaupun tadi dia terlihat sangat marah”
  “iya, mian juga tadi aku memukulmu, aku hanya sedang tidak bisa berfiki panjang” yonghwa meminta maaf pada jungshin
  “gwenchana, aku juga tadi memukulmu, kita impas. Aku hanya ingin melindungi adiku satu-satunya” 
  “mulai saat ini, biar aku yang melindunginya” kata yonghwa mantap. tiba-tiba ponsel jungshin berdering.
  “yoboseo….”
  “……”
  “apa?! Omma serius? Tida mungkin!! Baru saja dia bersamaku” jungshin terlihat shock, yonghwa hanay memerhatikan dengan rasa ingin tahu.
  “…….”
  “omma aku akan segera kesana” lalu jungshin memasukan ponselnya dan menarik tanagn yonghwa
  “hey mau akua bawa aku kemana?” Tanya yonghwa bingung
  “ikut aku, shina kecelakaan”  

***
  “dia tertabrak mobil saat ia akan menyebrang, beberapa orang melihat ia sedang menangis dan bengong sehingga tidak sadar kalau ada mobil yang akan lewat dan ia malah menyebrang. Kondisinya sedikit menurun, tapi kami akan memberikan pelayanan terbaik kami” kata sang dokter. Yonghwa terlihat sanga gelisah, ia tau ini pasti karenannya.
  “dokter…dokter..pasien shina kehabisan darah, ia harus segera mendapa transfuse. Tapi persediaan darah golongan A sudah habis, kalau kita tunggu dari bang darah kami khawatir kondisinya akan semakin buruk” kata seorang dokter
  “ah dokter, biar aku saja yang mendonorkan darah. Aku kakaknya, golongan kami sama-sama A” kata jungshin setelah mendengarkan penjelasan dokter tadi.
  “biar aku saja, golongan darah ku juga A” tiba-tiba yonghwa berdiri disebelah jungshin
  “tapi….”
  “biar aku saja, aku kan sudah bilang mulai sekaranga aku akan melindunginya dan aku akan menebus kesalahanku pada shina” kata yonghwa
  “baiklah kalau begitu, siapa yang akan menjadi pendonor?” tanay dokter
  “aku saja” kata yonghwa, jungshin menepuk bahu yonghwa
  “gomawo” ucapnya
  “mari, ikut kami ke ruang pemeriksaan” ajak suster, yonghwa pun ikut masuk.

***
  “ini bibi bawakan makan siang, aku pasti belum makan” nyonya Lee datang membawa sekotak makanan
  “kamsahamnida ahjumma, apa aku tidak merepotkan?” tanay yonghwa
  “tidak apa, anggap saja ini rasa terima kasihku karena aku sudah mau mendonorkan darah untuk shina, dan terima kasih juga kau sudah menungguinya”
  “yong, kau masih disini? Aku kira kau sudah pulang” Tanya jungshin yang muncul dari balik pintu ruang perawatan
  “mana bisa aku pulang, kalau shina belum sadar. Aku mau menunggunya sampai sadar” kata yonghwa sambil melirik shina yang masih belum sadar.
  “dokter bilang mungkin sebentar lagi ia akan sadar karena tekanan darahnya sudah mulai normal”
  “ah bibi harus pulang untuk mengambil pakaian shina, kau dan jungshin masih mau menunggu disini?” Tanya nyonya Lee
  “iya bibi, aku akan disini”
  “biar aku antar omma pulang dulu, nanti aku kesini lagi. Tak apakan yonng?” Tanya jungshin
  “ne, gwencahan tenang saja” kata yonghwa, lalu jungshin dan nyonya Lee pun keluar dari ruangan.

***

  Yonghwa POV
  “mian, aku membuatmu jadi seperti ini, aku tidak bermaksud. Aku bodoh ya berfikir macam-macam tentangmu” tanganku membelai wajah halusnya, lalu tanganku kembali manggenggam tangannya yang hangat
  “kau tau, aku kalut karena kau. Karena aku tidak mau kau jadi milik namja lain, aku hanya ingin kau jadi milkku. Selama ini aku tidak bisa mengungkapkan persaanku padamu karena gengsiku yang terlalu besar, maaf ya” aku mengedarkan pandanganku pada seluruh wajahnya yang sangat bersih.
  “aku ingin saat kau sadar, akulah orang pertama yang kau lihat” kataku sambil tersenyum. Tiba-tiba sesuatu timbul, aku mendekatkan wajahku dan mengecup bibir merahnya yang halus itu.
  “kau…!!!” shina membuka matanya, akupun menjauhkan tubuhku
  “kyaaaaaaaaaaaaa…apa yang kau lakukan? Mencuri kesempatan ya?!!” ternyata shina tersadar.
  “kenapa kau berteriak? Teriakan mu terdengar sampai ujung lorong sana” jungshin muncul dari balik pintu
  “bukankah kau mengantar bibi Lee?” tanyaku
  “oh omma memilih naik taxi, katanya supaya aku bisa menemanimu menunggu shina sadar, ternyata dia sudah sadar”
  “oppa, dia menciumku seenaknya!!!” telunjuk shina menunjuk wajahku
  “mwo? Kau?” pandangan jungshin mengarah padaku
  “aku hanya….hanya….” aku terbata
  “oppaaaaaaaa….” Shina merengek pada oppa nya sambil menggosok bibirnya dengan punggung tangannya
  “eh, kau ini ya, sepertinya benci sekali pada yonghwa. Lihat darah yang dialirkan keanganmu itu, kau pikir itu darah siapa?” kata jungshin pada shina, shina melihat selang yang mengalir dari kantong darah ke pregelaangan tangannya
  “itu darah yonghwa, kau seharusnya berterima kasih padanya” kata junsghin lagi. Shian menatapku
  “mwo?? Jadi sekarang darahnya bercampur dengan darah ku….??? Kenapa kau memparah keadaan sih…??”
  “mian…..aku tidak bermaksud” kataku
  “sudahlah, tidak apakan ia menciummu sedikit”
  “oppaaaaaaaaaaaaaaaaaa…aduh aduh…kepalaku pusing…..” shina memegangi kepalanya
  “gwencahana….?” Tanya ku kahawatir
  “biar aku panggil dokter” kata junsghin lalu keluar ruangan
  “pusing….pusing…seperti diputar-putar” shina masih memegangi kepalanya
  “jangan dulu bergerak….nanti makin pusing”
  “kau tau kenapa aku pusing?” Tanya shina, aku menggeleng
  “karena aku menyukaimu” kata shina, saat itu juag senyum dibibirku merekah
  “gomawo sudah cemburu karena aku” senyum manis terbentuk diwajahnya
  “kau ini ya….” Aku mencubit pipinya

***
  Author POV
  Makan malam kali ini keluarga Jung menjamu keluarga Lee
  “bagaimana keadaanmu shina?” Tanya nyonya Jung
  “semakin membaik bibi” kata shina
  “baguslah, karean setelah keadaanmu benar-benar sembuh kami rencananya akan membuat pesat pertunangan antara kau dan yonghwa” mata shina terbelalak
  “pertunangan?”
  “ya, omma rasa hubungan kalian semakin baik belakangan ini, dank au tau ide pertunangan ini adalah ide yonghwa lho” nyonya Lee menambahkan
  “mwo?” shina menatap yongwa yang duduk diseberangnya. Yonghwa tersenyum
  “tapi…tapi…aku tidak setuju” kata shina, kali ini yonghwa yang tersentak kaget
  “aku rasa tidak usaha ada pertunangan segala”
  “kenapa? Kau tidak suka denganku? Tapi kan….”
  “aku rasa tidak usah ada pertunangan, langsung saja menikah” kata shina. Semua mata memandang padanya.
  “wae?”
  “kau serius?” Tanya yonghwa, shina mengangguk
  “kau tidak mau?” Tanya shina. Yonghwa berdiri lalu berjalan kearah shina dan memeluknya dari belakang
  “gomawo” lalu ia mengecup pipi shina
   Wajah shina memerah karena seluruh keluarganya melihat apa yang yonghwa lakukan 

---END---

8 comments:

  1. Wah shina nya pingin buru2 nikah aja :-D

    Bagus endingnya. Aku suka b^^d

    ReplyDelete
  2. huaaaaaa yong curi kesempatan nih yee .. ending yang bahagia .. :)

    di tunggu FF selanjutnya

    ReplyDelete
  3. hyaaa ~ knapa jadi shina nya yang ngebet pengen nikah ?
    ahahahaha
    akhirnya ni FF dipost jugaa~
    sedih sih, habis uda ending ~~

    ReplyDelete
  4. endingnya suka (><) tapi yonghwa nya udah lupa sama tiffany kan?
    dikirain ga mau tunangan karena apa, ternyata maunya langsung nikah..

    hehe suka ^^v

    ReplyDelete
  5. daehyun: gomawo

    kanti onni: sip tunggu aja, ff selanjutnya dalam proses editing

    rara: iya, abis aku gak ada ide lagi iks hiks, tapi tenang bakal ada ff selanjutnya kok

    mpeb onni: iya dong, kan udah ada shina seorang kk

    ReplyDelete
  6. waah endingnya, ngebet amat shina nya >:DD
    ahh baguss, kereen ><

    ReplyDelete
  7. Seruuuuu!!!! >_<
    jadi tambah cinta ama yonghwa.. =)

    ReplyDelete

Cara komen (bagi yang kurang jelas):

1. Ketik komen kalian di kotak komentar.

2. Di samping 'Berikan komentar sebagai', klik Google (bagi yang menggunakan Blogspot) atau LiveJournal/Wordpress/AIM/TypePad/OpenID (bila kalian mempunyai akun disana)

3. Atau bagi yang tidak punya akun sama sekali / tidak mau ribet, klik NAME/URL (kosongkan URL bila tidak mau ditampilkan)

4. Klik 'Poskan komentar'