Saturday, May 14, 2011

W PINCH [chapter 1]


Author: kang hyeri (@mpebriar)


Length: chaptered


Rating: G


Genre: Friendship, romance


Disclaimer: the plot belongs to Ryo Azuki


Cast:

  • Jung Yonghwa CNBLUE
  • Seo Joohyun SNSD
  • Kang Minhyuk CNBLUE
  • Lee Jinki / Onew SHINee
  • Kim Yoojin / UEE After School
  • Choi Sooyoung SNSD
  • Kim Hyuna 4minute

and a special cast appears:



ROO


Anjingnya Yonghwa yang selalu mengekor kemanapun majikannya pergi, bahkan ke sekolah sekalipun. Namun siapa sangka anak anjing nan lucu ini bakal jadi ancaman serius bagi seseorang.


(Kalian tau anak anjing siapa ini? Yap, SHINee's Kim Jonghyun's puppy.. Berdasarkan audisi yang author adain *finalis: ddangkoma Yesung, heebum Heechul, roo Jjong*, anak anjing nya Jjong yang berhasil mengambil hati author)



Note: tokoh+prolog


Oh ya, biar enak aja ngebayanginnya.. Masih pada inget BBF kan? (acungkan jari siapa yg belum nonton?). Nah anggeplah seragam SMA Seoul begitu. Udah lupa? Kayak begini seragamnya...


KECUALI YONGHWA. kenapa? baca makanya :p

Selamat membaca..


“OPPA!!! PPALI!!!” teriak Seohyun. Suaranya menggelegar hingga orang-orang satu apartemenpun bisa mendengarnya.

“Sebentar, Seohyun-ah! Tanggung banget ini. Mending kamu duduk terus kita nonton bareng!” ajak Onew, matanya tidak bisa lepas dari televisi.

Seohyun yang gemaspun melempar jam elektrik kecil dan mendarat tepat di depan Onew. “Lihat jam itu, oppa! Kita bakal terlambat!” Seohyun terus saja mengomel.

Onew tidak bergeming. Matanya masih terfokus pada televisi. Suara gelak tawa Onew-pun terdengar.

Dengan buru-buru Seohyun menyampirkan dua tas –miliknya dan onew- ke kedua bahunya dan berlari menuju tempat Onew berada. Tak lupa merapikan kuncir duanya, model rambutnya seperti biasa.

“OPPA!!!! GA NONTON SPONGEBOB SEHARI AJA KAU GA BAKALAN MATI!!!! KAJJA!!!”

Seohyun menarik kasar kerah seragam sekolah Onew, membiarkan televisi yang masih menyala.

Merekapun sampai di basement. Seohyun membuka pintu depan sisi kanan mobil –ayah mereka membelikan Onew mobil karena Onew berhasil memperthankan juara umumnya-, tapi tidak terbuka.

“Oppa, buka dong!”

Onew masih berdiri mematung. Baru menyadari sesuatu. “Kuncinya ketinggalan!”

Seohyun mendengus kesal. Onewpun segera berlari menuju apartemennya dan sepuluh menit kemudian sudah kembali lagi.

“Oppa, ppali! Aku ga mau dihukum karena telat lagi!”

“Hmm, Seohyun-ah! Kau ganti password ya? Aku ga bisa masuk ke dalam!” kata Onew nyengir.

Seohyun mendesah pelan. Dia lupa bilang pada kakaknya kalau semalam dia mengubah password apartementnya. Dengan cepat Seohyun memberitahu Onew dan menyuruhnya cepat kembali. Namun hingga lima belas menit Onew belum juga kembali.

“Salah besar aku ga ikut mengambilnya,” gumam Seohyun.

Yeoja cantik itupun meraih ponselnya dan menelpon kakaknya itu.

Yobosseyo?” Bukan hanya suara Onew saja yang terdengar di telepon, suara tawa melengking khas spongebob pun terdengar jelas.

“OPPA!!!!!!!!!!!!”



Seohyun pov

Sial sekali aku hari ini. Ani! Hari-hari sekolah di SMA Seoul merupakan hari-hari sialku. Aku dan Onew oppa mendapat julukan ‘pelanggan telat’. Hukumannya kalau ga bersihin toilet, mencabut rumput liar, paling ringan berlari mengelilingi lapangan yang luasnya hampir sebesar lapangan sepak bola.

Dan kesialanku belum berakhir sampai di situ. Bel istirahat sudah berbunyi sekitar 20 menit yang lalu dan kesialanku selanjutnya akan kembali berlangsung.

“SEO JOOHYUN!!!!” teriak tiga yeoja itu serempak. Kim Yoojin, Choi Sooyoung dan Kim Hyuna.

Seperti biasa mereka berjalan menghampiriku.

“Belikan aku chiki ball ukuran jumbo!” perintah Yoojin.

“Seohyun-ah.. Aku mau biskuit kacang dan susu coklat! Seperti biasa, pakai uangmu yaaaa...” perintah Sooyoung dengan senyum manisnya. Ck! Jangan terkecoh dengan senyumannya itu.

“Ya! Belikan aku yogurt rasa mangga! Ingat, mangga bukan jeruk! Kalau ga ada, cari sampai dapat! Jangan sampai kau merasakan bagaimana kerasnya tangan Sooyoung,” kali ini Hyuna juga ikut memerintah seraya mengangkat kepalan tangan Sooyoung.

“Baiklah!” jawabku lirih.

Saat aku berjalan menuju pintu kelas, Yoojin sengaja menjegal langkahku dan sukses membuatku terjatuh. Teman-teman sekelaskupun tertawa terbahak-bahak. Akupun bangkit, berusaha menahan tangisku. Kemudian aku berjalan ke arah pintu hingga kudengar Sooyoung berteriak.

“Sepuluh menit ya, Seo baby, atau kau kularang masuk kelas.”

Ya Tuhan, adakah orang yang lebih tidak beruntung dariku? Rasanya aku yang paling sial di dunia ini.

Aku ingin sekali memberontak, tapi aku terlalu pengecut. Aku, Seohyun si cengeng dan si pendiam, mana berani berbuat itu? Karena sifatku yang begini, aku selalu saja di tindas di kelas.

Aku sering berpindah-pindah sekolah karena appa yang selalu berpindah-pindah tempat kerja. Namun lama kelamaan aku lelah. Saat appa berinisiatif untuk pindah lagi, aku menolak. Appa mengizinkanku untuk menetap di sini asal ada Onew oppa yang akan selalu menjagaku. Oppa tidak keberatan dan akhirnya kami berdua tidak jadi pindah sekolah. Lagi.

Dan aku menyesali keputusan itu.

Kini aku berlari dengan cepat menuju mini market yang ada di seberang sekolah. Pesanan mereka tidak dijual di kantin karena prinsip sekolah yang tidak akan memnjual makanan pengawet pada muridnya. Tapi tetap saja ada yang mencuri-curi kesempatan saat jam istirahat yang kebetulan satpam yang berjaga juga ikut berisitirahat. Salah satunya aku.

Aigoo! Tiga menit lagi! Begitu keluar dari mini market aku langsung berlari menuju kelas. Saking terburu-burunya, aku sampai menabrak seseorang.

“YA! Kau buta, hah?” teriak namja itu sambil mengusap lengannya yang sakit yang sepertinya terkena stang sepedanya.

“M..mianhae! Aku buru-buru!” dengan canggung aku mendirikan sepedanya dan membantunya berdiri. Namun tanganku ditepis kasar.

“Aku bisa berdiri sendiri.”

Namja itupun berdiri dan menepuk seragamnya yang terkena debu. Anak sekolah mana dia? Aku tidak pernah melihat seragamnya.

“Ya, bodoh! Apa kau lihat-lihat?”

Namja dingin itu manatapku tajam. Ya Tuhan, dia menyeramkan sekali. Aku sampai ingin menangis.

Tiba-tiba saja dia mengerutkan keningnya, menatapku lekat-lekat. Wajahnya mendekat ke wajahku. Bisa kurasakan deru nafasnya.

“Kau??”



Author pov

“Kau??” seru namja itu. “Tidak mungkin! Ayo, Roo! Roo? Ah Roo, kau makan apa itu??” kata namja itu begitu mendapati anjing kecilnya sedang menjilat yogurt yang sepertinya tadi terinjak. Seohyun hanya menatap melas yogurt yang tidak mungkin lagi dia berikan pada Hyuna kecuali dia membelinya lagi.

Namja itu kembali menatap Seohyun. “Itu punya kau?” tanyanya. Seohyun tampak menggigil ketakutan karena tatapan tajam namja dingin itu.

“Eh? E..e.. ga apa-apa, aku ikhlas. M..mianhae!” kata Seohyun terbata-bata.

“Malah minta maaf! Dasar yeoja bodoh! Ayo Roo!”

Anjing kecil yang bernama Roo itu mengaing *kalo anak anjing kan suaranya suka ‘kaing, kaing’ kan ya?* seakan mengerti perintah majikannya.

“Seohyun bodoh, sampai kapan kau akan menjadi pengecut! Apes banget kau hari ini,” gumam Seohyun begitu namja tadi beserta anjingnya sudah menghilang. “Semoga aku ga ketemu lagi sama namja macam dia. Namja dingin! Namja galak! Hmm.. Aksen bicaranya seperti oppa! Apa dia pernah tinggal di Busan atau memang orang Busan? Ah apa peduliku!”

-

Sepulang sekolah, seperti biasa masih banyak murid yang masih enggan pulang ke rumah. Entah itu karena ada kegiatan ekstrakurikuler, bertanding basket, mengikuti pelajaran tambahan atau menjalani hukuman seperti yang dialami Seohyun. Karena Seohyun telat masuk kelas disebabkan insiden kecil tadi, juga ketahuan membeli makanan di luar sekolah, sang guru menghukum Seohyun untuk membersihkan lapangan basket dari daun-daun coklat yang berguguran.

Sialnya kalau membersihkan lapangan saat musim gugur. Bukan karena besar lapangan basket yang tak seberapa atau banyaknya daun yang berguguran, tapi banyaknya lapangan basket yang ada di sekolah. Lima lapangan. Ditambah suara-suara tawa yang sangat terdengar jelas oleh Seohyun, merasa mereka sedang menertawainya.

Seohyun menghela nafas. Percuma saja mengeluh.

“Seohyun-ah, mau kubantu?”

Seohyun berbalik dan mendapati seorang namja tampan nan manis yang juga sedang memegang sapu lidi.

“Panger... Minhyuk? Ga usah, aku bisa sendiri kok! Aku ga mau merepotkanmu,” seru Seohyun malu-malu.

“Gwenchana! Setidaknya berdua lebih baik, kerjaanmu jadi cepat selesai,” kata Minhyuk seraya menyunggingkan senyuman mautnya.

Kang Minhyuk, teman sekelas Seohyun. Satu-satunya teman di kelas yang bersikap baik pada Seohyun. Saat Seohyun sedang kesulitan karena ulah-ulah temannya, dia akan datang membantu. Akibatnya Seohyun acap kali menjadi incaran para yeoja pemuja Minhyuk yang menamakan dirinya Lovely Minhyuk Fanclub.

Kebaikan Minhyuk membuat Seohyun terpana. Baginya, Minhyuk adalah pangerannya. Sejak awal dia yakin ada seorang pangeran yang akan menolongnya dari siksa neraka –penindasan- dan dia juga yakin kalau pangeran itu adalah Minhyuk.

“Seohyun-ah! Aku rasa Yoojin dan teman-temannya udah kelewatan. Kau harus bilang pada sonsaengnim. Apa perlu aku yang bilang? Mereka ga bisa dibiarin begitu aja!”

Seohyun terdiam, menatap paras tampan namja yang kini ada di hadapannya. Pangeranku! Seru Seohyun di dalam hatinya.

“Seohyun?” panggil Minhyuk seraya melambaikan tangannya tepat di depan wajah Seohyun. “Kau ngelamun ya?”

“Hah? Ani! Hmm kau ga perlu mengadukan ini pada sonsaeng! Biar aku yang akan menyelesaikan masalahku sendiri,” jawab Seohyun dengan rasa percaya diri yang tinggi. Jangankan menyelesaikan masalah, menatap Yoojin dkk saja Seohyun tidak berani.

Tiba-tiba saja sebuah penghapus papan tulis kapur mendarat tepat di atas kepala Seohyun. Dia yakin penghapus itu berasal dari kelasnya yang berada di lantai tiga dan Yoojin dkk lah pelakunya.

“Gwenchana?”

“Ini udah biasa, Minhyuk...” jawab Seohyun lirih.



Onew pov

“Aku pulaaaaaang!”

Seohyun akhirnya pulang. Lama sekali dia di sekolah.

“Seohyun-ah, kok baru pulang? Tadi aku ke kelasmu, kata temanmu yang namanya...aduh siapa ya? Ah ya, Hyuna. Katanya kau udah pulang.”

“Aku tadi dihukum membersihkan lapangan basket.”

“Di hukum? Lagi? Pasti karena mereka lagi ya? Aigoo! Lihat penampilanmu, bajumu berantakan, rambutmu banyak serpihan kapur. Sudah cepat mandi. Oppa akan menyiapkan makan malam.”

“Gwenchana, oppa,” Seohyun hanya tersenyum dan bergegas ke kamarnya. Kasihan dongsaengku. Dia selalu bilang tidak apa-apa dan memasang wajah ‘baik-baik saja’nya. Aku selalu menawarkan diriku untuk membantunya, tapi dia menolak.

-

“Onew oppa, tadi aku ketemu sama orang asing. Aksennya seperti aku kenal. Kayaknya aksen Busan,” kata Seohyun begitu duduk di meja makan.

“Jinjja? Kita kan orang Busan dan pernah tinggal di sana dulu. Lima tahun yang lalu, tepat saat aku lulus sekolah dasar, kita mulai pindah-pindah tempat.”

*readers, anggep aja Onew & Seohyun orang Busan*

“Onew oppa pernah bilang itu, tapi aku benar-benar ga ingat sama sekali. Bahkan ratusan kali aku mencoba dialek Busan, tapi selalu aneh.”

Haaaaah! Kau memang tidak ingat sama sekali. Pada dirimu sendiri saja kau tidak ingat. Untungnya kau ga lupa bagaimana cara berbicara.

Sekarang ini kau orang yang mudah menangis, terlalu takut untuk melakukan sesuatu. Tidak tahukah kau kalau di Busan dulu kau dijuluki sebagai Seohyun si penindas? Aku rasa dia tidak ingat.

Jangan macam-macam dengan Seo Joohyun!”

Selalu kalimat itu yang terlontar di mulut Seohyun kecil. Kakak kelasnya pun tidak berani macam-macam dengannya, baik itu namja maupun yeoja.

Suatu hari, aku melihat Seohyun sedang terpaku di atas tangga. Kutepuk bahunya tapi tiba-tiba saja dia jatuh ke bawah tangga taman. Akibatnya dia koma 3 hari dan begitu bangun dia tidak mengingat apa-apa. Dia tidak ingat sama sekali akan kehidupan sebelumnya.

Kemudian Seohyun berubah menjadi Seohyun yang suka menangis, Seohyun yang tidak banyak omong dan Seohyun yang pengecut. Berbanding dengan Seo Joohyun yang sebelumnya.

“Onew oppa, melamun ya? Nasinya udah menggunung tuh, kau lapar, hah?”

Ahahaha, aku ga melamun, aku sedang memikirkanmu sampai-sampai nasi yang sedang kutuang ke mangkuk jadi menggunung begini.



Author pov

Hari ini di kelas 2C, kelasnya Seohyun kedatangan teman baru. Begitu yang disampaikan oleh wali kelas.

“Jung Yonghwa, silahkan masuk!” perintah Shim sonsaengnim.

Dari balik pintu, muncullah seorang namja tampan dengan tatapan acuhnya. Yang lebih mencolok adalah seragamnya yang berbeda, anak baru itu masih memakai seragam lamanya. Semua yeoja di kelas langsung terpana, kecuali Seohyun. Raut wajahya tiba-tiba saja berubah ketakutan.

Dia kan namja dingin yang kemarin? Aigoo, perasaanku kok jadi ga enak begini? Tuhan, tolong hindarkan aku dari marabahaya yang akan menimpaku nanti, batin Seohyun.

“Nah, Yonghwa, kau duduk di bangku kosong samping Seo Joohyun,” kata wali kelas mereka yang kemudian pergi meninggalkan kelas.

Mendengar nama Seo Joohyun, tiba-tiba saja mata Yonghwa si anak baru membulat. Dia berjalan menghampiri Seohyun dan mencengkram sangat erat lengan kanan Seohyun. Seohyun sontak kaget, dia berdiri lalu merintih kesakitan karena kencangnya cengkraman Yonghwa.

“Kau? Benar Seo Joohyun?” tanya Yonghwa dengan tatapan mautnya.

“Y... ye! Kau si...siapa?”

“Aish! Harusnya aku menyadarinya kemarin! YA! Jangan pura-pura ga kenal padaku. Aku Jung Yonghwa. Mana mungkin seorang Seo Joohyun tidak mengenal anak buahnya?”

Siapa dia? Aku benar-benar ga kenal dia. Dan apa maksudnya anak buah? kata Seohyun di dalam hati.

Mata Seohyun mulai berkaca-kaca saking ketakutannya.

“KAU! Ga usah pura-pura cengeng begitu, deh. Aku tau akal busukmu itu. Seo Joohyun, gara-gara kau...”

Tiba-tiba saja Kang Minhyuk melepas paksa cengkraman Yonghwa dan menengahi mereka berdua.

“Kau, anak baru, ga lihat betapa takutnya dia?”

Suasana kelas sungguh panas. Murid-murid yang lain hanya bingung memandang mereka, bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi antara Yonghwa dan Seohyun.



Seohyun pov

Ya Tuhan, siapa dia? Aku benar-benar ga kenal sama anak baru itu. Aku sangat ketakutan dibuatnya. Dia sangat yakin kalau aku sedang berakting. Berakting apa? Aku serius tidak pernah melihat namja itu sebelumnya, kecuali kemarin. Apa dia salah orang? Mungkin yang dia cari wajahnya mirip denganku. Iya, mungkin itu.

Kesialan kembali melandaku. Guru biologiku menyuruhku untuk berbagi buku pelajaran dengan Yonghwa. Aku terpaksa menggeser mejaku, mendempetkannya dengan meja Yonghwa. Hawa permusuhan sungguh sangat terasa. Aku ga berani menatap wajahnya. Alhasil, bukannya konsentrasi pada pelajaran, malah kepikiran wajah Yonghwa yang menakutkan. Di bayanganku, Yonghwa dengan tatapan tajamnya dan juga devil smirk-nya, siapa menghisap darahku. Fantasiku terlalu berlebihan.

Begitu sonsaeng keluar –katanya izin ke toilet-, tiba-tiba saja Minhyuk datang menghampiri Yonghwa dan membanting sebuah buku yang lumayan tebal tepat di meja Yonghwa. “Yonghwa-ssi, pakai saja bukuku. Aku ga ikut pelajaran biologi, aku ada keperluan dengan Shim Sonsaengnim. Jadi kau ga perlu memakai buku Seohyun.”

Aku memberanikan diri menatap Yonghwa. Yonghwa menatap Minhyuk heran. “Hmm, gamsahamnida! Kenapa kau peduli padaku?”

“Aku hanya ingin melindungi orang yang satu kampung denganku,” kata Minhyuk seraya menatapku.

Ah ya, Minhyuk juga orang Busan. *readers, lagi-lagi anggep aja Minhyuk orang Busan, bukan Ilsan*

Kemudian Minhyuk pergi meninggalkan kelas. Sebaiknya kususul dia dan mengucapkan terima kasih karena telah menolongku.

“Minhyuk-ah!!” panggilku di koridor sekolah. Diapun berbalik dan menunjukkan senyumnya yang mampu membuatku meleleh.

“Seohyun? Wae?”

“E... gomawo!”

“Untuk apa?”

“Karena menolongku.”

“Haha, ga usah berterima kasih. Jangan pikirkan anak baru itu atau Yoojin dan yang lainnya. Mulai sekarang aku akan melindungimu. Kau bisa bergantung padaku kapan saja.”

Omona! Dia memang sosok pangeranku. Pelindungku. Kalau ini hanya mimpi, tolong jangan bangunkan aku..

-

Aku baru keluar dari toilet dan tiba-tiba saja...

“Seo Joohyun!”

Aku menoleh ke arah sumber suara dan mendapati tiga yeoja yang sangat tidak asing bagiku.



Author pov

Bel istirahat berbunyi. Onew segera ke kelas adiknya karena bekal makanannya tertukar dengan milik Seohyun. Onew tidak mau rugi karena tadi pagi dia masak ayam goreng dan memasukkan potongan-potongan ayam goreng lebih banyak dari Seohyun ke dalam kotak bekal makanannya.

Di depan kelas 2C.

“Seohyun mana?” tanya Onew pada beberapa yeoja yang baru keluar dari kelas Seohyun. Yang ditanya malah senyum-senyum sendiri. Selain karena prestasi, Onew juga di kenal seisi sekolah karena ketampanannya.

“Yeh, malah senyam-senyum. Ada di dalam ga?”

“Katanya sih ke toilet. Terus aku ga tau lagi,” jawab yeoja 1.

“Tadi aku ke toilet. Aku lihat Seohyun di bawa Yoojin, Sooyoung, Hyuna. Tadi sih naik tangga ke atap sekolah,” sambar yeoja 2.

“MWOYA?”

Bekal makan Seohyun hampir terlepas dari tangannya, tapi buru-buru digenggam erat.

Jangan sampai ayamnya terbuang percuma. Oh ya, SEOHYUN????? Gawat! batin Onew.

“Tolong taruh bekal makanan ini ke atas meja Seohyun!” pinta Onew pada yeoja 3 lalu berlari menyelamatkan adiknya.

Dari dalam kelas di balik pintu, ternyata Yonghwa menguping.

Di koridor kelas, seorang namja sedang setengah berlari. Dialah Onew.

Perasaanku ga enak! Kayaknya Seohyun benar-benar dalam bahaya. Adikku, tunggu oppa!

Onew masih terus berlari hingga ada seorang namja lainnya yang berlari lebih cepat dari Onew. Onew tidak tau itu siapa orang yang mengenakan seragam berbeda itu.



Seohyun pov

Yoojin, Hyuna dan Sooyoung memojokkanku di pagar pembatas. Sehabis dari toilet, tiba-tiba aja mereka menyeretku kemari. Ada apa lagi ini?

“A..aku salah apa?” Aku bisa menyadari suaraku yang bergetar.

“Kemarin Minhyuk, sekarang Yonghwa! Kau ga usah cari perhatian begitu deh,” kata Yoojin sambil menepuk pelan pipiku. Entah ini maksudnya sebuah tepukan atau tamparan.

“Aku ga suka melihatnya,” sambung Hyuna.

“Melihatmu seperti itu tiba-tiba saja membuat perutku mual,” kata Sooyoung.

“YA! Bangun kau Seo Joohyun! Jangan berlagak seolah-olah kau sedang ada di dalam drama! Bisanya cuma menunggu seseorang menyelamatkanmu. MINHYUK BERSIKAP BAIK PADAMU HANYA KARENA KASIHAN!”

Kasihan? Minhyuk hanya kasihan padaku? Yoojin memang benar dan aku menyadari itu.

Dengan segenap keberanian aku menerobos pertahanan mereka. Namun saat aku mau turun, Sooyoung berteriak mencegahku.

“YA! JANGAN PERGI DULU, CENGENG!”

Akupun berbalik. Air mata sudah terlanjur tumpah.

Cengeng, pengecut! Itulah aku! Bahkan aku membenci diriku sendiri. Berapa lamapun aku menunggu, pangeran yang selalu kutunggu tidak akan pernah menolongku. Tidak ada.

Aku. Sangat. Payah.



Author pov

Yoojin dan kawan-kawan masih mengoceh sedangkan Seohyun sendiri malah sibuk dengan pikirannya sendiri.

Cengeng, pengecut! Itulah aku! Bahkan aku membenci diriku sendiri. Berapa lamapun aku menunggu, pangeran yang selalu kutunggu tidak akan pernah menolongku. Tidak ada.

Aku. Sangat. Payah.

NGIIIIIIIIIING!!

Yoojin mendorong bahu Seohyun. Namun tiba-tba saja keseimbangannya hilang.

“SEOHYUN!” teriak Yonghwa dari bawah. Dia bisa melihat Seohyun yang nyaris jatuh dari tangga. Hanya nyaris karena Seohyun berhasil meyelamatkan dirinya sendiri bak seorang peloncat indah, melompati ketiga yeoja penindas itu. Seohyun mendarat dengan mulus, sosoknya membelakangi yeoja-yeoja itu.

“Waw, hebat!” gumam Sooyoung.

Yoojin, Sooyoung, Hyuna, Yonghwa dan Onew –yang tiba-tiba muncul di belakang Yonghwa- hanya menatap Seohyun. Mereka tidak menyangka Seohyun bisa begitu.

Seohyun melepas kuncirannya, membiarkan rambutnya yang panjang tergerai bebas.

“Sudah lama sekali aku tidur ternyata!” kata Seohyun. Kemudian dia membalikkan badannya, menatap tajam Yoojin, Sooyoung dan Hyuna.

“Kalian harus merasakan akibatnya karena sudah membuatku marah!”

Yang merasa ditatap tiba-tiba saja bergidik ngeri. Seohyun yang mereka lihat sangat berbeda.

“Seohyun-ah, kau ga apa-apa?” tanya Onew mendekat.

“Kau salah! Jangan memanggilku begitu, oppa bodoh!” seru Seohyun sambil melempar kedua sepatunya dan mendarat sukses di kepala Onew.

Mulai sekarang panggil aku Seo Joohyun! Tulisannya harus tebal dan miring karena aku sangat berbeda dengan Seohyun dan juga kalian. Seo Joohyun si cengeng sekarang sedang tidur! Dan sekarang saatnya aku yang bermain. Mau main denganku Yoojin, Sooyoung, Hyuna?” tanya Seouhyun dengan evil smirknya.

Di suatu tempat, masih di atap, seorang namja tampan nan manis yang ternyata sedari tadi sedang mengamati gerak-gerik enam orang itu hanya tersenyum puas.

“Akhirnya, aku bertemu denganmu Seohyun!”


-TBC-



16 comments:

  1. wuaaaaaaaaaaaaahhh..
    crt nya seru...
    aku paling suka pas seohyun berubah jd SEOJOOHYUN itu..
    kereeeeeeeeeennn..
    update soon pliz...

    ReplyDelete
  2. Minhyuk nya so sweet. :D

    Makin seru aja nih ceritanya. Lanjutkan :)

    ReplyDelete
  3. "Mulai sekarang kalian harus memanggilku Seo Joohyun" waa seo onni kereeenn ...

    aku mau dong jadi anggota Lovely Minhyuk#plakk

    author lnjutannya jgan lama2 yaa:)

    ReplyDelete
  4. eon, critany mkin sru aj..
    d tggu chap 2ny eon.. jgn lm" yaaa :D

    ReplyDelete
  5. huwaaa... suka deh FF nya!!! buruan lanjutin dooonngg... jangan lama2 yakkk...

    onew so sweet banget waktu mau nyelametin seohyun... **sayang aja keduluan yang laen, malah kena timpuk sepatu... ahahahhahahah...

    ^.^

    ReplyDelete
  6. waaaa Minhyuk nyaa keren tuh hohho,, ayo lanjut... ayoo lanjut! seohyun uda kembali ingatanny ya? lanjutyaa secepatny :p *maksa

    ReplyDelete
  7. hueheheh kereen onn, Seo Joohyun (tulisan tebel+miring) galak!! :OO
    anak buah itu maksudnya Yong pernah jd anakbuah Seo Joohyun (tulisan tebel+miring) waktu kecil sadis gitu ya? *sotoy

    lanjut onn.. ><
    ahah btw btw onew suka nonton spongebob xDDD

    ReplyDelete
  8. seohyun keren ! jadi inget novel nicholas flamel yang punya 3 nyawa di satu badan

    ReplyDelete
  9. lanjutttt,endingnya bikin penasaran,yak seohyun fighting!

    ReplyDelete
  10. wow seohyun sereeeeeeem...tapi minhyuk so sweet. suka deh....lanjut onn

    ReplyDelete
  11. kya~ akhirna aku bisa komen #sungguh menanti saat ini >,<
    chingu...daebak daebak!!! kemonn lanjutt.....

    ps. sy fans d blog ini lohh! kkkkkk

    ReplyDelete
  12. onew lebih sayang ma ayam ketimbang adeknya ... huahahahaha ngakak beraaaaattt ... :)

    lanjut thor :)

    ReplyDelete
  13. hwaaaaaaa ruuu bgtt niee lnjutkan ya ^^

    ReplyDelete
  14. @SEMUA: makasih semakasih-makasihnya *bungkuk 135 derajat*

    ReplyDelete
  15. anneyong! aku reader baru nih hehe^^ pas baca ff ini entah knp feelingnya dapet dan pasti kedepannya tambah seru! fighting! ;)

    ReplyDelete

Cara komen (bagi yang kurang jelas):

1. Ketik komen kalian di kotak komentar.

2. Di samping 'Berikan komentar sebagai', klik Google (bagi yang menggunakan Blogspot) atau LiveJournal/Wordpress/AIM/TypePad/OpenID (bila kalian mempunyai akun disana)

3. Atau bagi yang tidak punya akun sama sekali / tidak mau ribet, klik NAME/URL (kosongkan URL bila tidak mau ditampilkan)

4. Klik 'Poskan komentar'