Monday, May 16, 2011

My Playboy (Part 4)

Author: happyhanna

Rating: PG

Cast: Kang Min Hyuk
         Nina (fiktif)
         dan cast lainnya
Note: mian ya kalo ceritanya agak adult (masih aga kok) ini biar play boynya minhyuk tuh nyampe gitu. selamat baca deh ya, komen loh ya :)

***
  Author POV
  “bagaimana? Enak?” Tanya nina setelah minhyuk menelan Monsieur de Veau buatan nina
  “tidak enak!! Sini aku cium”
  “ya!! Kau pasti sengaja bilang tidak enak kan?? Playboy” nina berajak untuk mengambil air putih
  “masakanmu enak kok” kata minhyuk, lalu meneguk air putih yang diberikan nina
  “oh ya, gomawo sudah menemaniku tadi malam, aku jadi tidak enak padamu” kata nina sambil menyantap makanannya
  “gwenchana belle, seharusnya aku yang minta maaf, aku ketiduran jadi tidak sadar kalo listriknya sudah menyala lagi”
  “iya tidak apa-apa. Oh ya kau tidak kerja?” Tanya nina, minhyuk melihat jam tangannya
  “oh ya, aku harus berangkat 30 menit lagi. Kau tidak kerja?” Tanya minhyuk balik
  “sesudah sarapan ini” kata nina, lalu mereka meneruskan sarapan mereka. Tak lama minhyuk pergi dan nina pun pergi beberapa menit kemudian.
 ***


  “majalah edisi terbaru akan terbit besok” kata jinyoung
  “boleh aku lihat sample nya?” Tanya nina, lalu jinyoung menyerahkan samplenya. Nina mengamati cover majalah itu, siapa lagi kalau bukan minhyuk? Ia membuka lembar demi lembar dan ia membaca hasil interviewnya dengan minhyuk. Tiba-tiba matanya tertuju pada sebuah kolom tambahan dengan headline “Model Kang Min Hyuk dengan kekasih barunya lagi”
  Ninapun membaca setiap kata dengan seksama

  “selasa sore model terkenal Kang MinHyuk terlihat sedang jalan berduaan dengan Miss A jia, mereka juga terlihat memasuki sebuah restoran dan beberapa nitizen juga sempat mengabadikan momen mesra mereka, seperti bergandengan tangan dan saling rangkul. Saat berita ini di konfirmasikan pada miss A jia, ia mengatakan “seperti yang kalian lihat, aku dan minhyuk memang sedang dekat, dan aku sangat senang semoga hubungan kami bisa berjalan lancar” kata jia Miss A dengan senyum sumringah, tetapi belum ada konfirmasi dari pihak kang minhyuk sendiri”

Nina menutup majalah itu dan meletakannya kasar di meja kerjanya, ia mendengus dan ia mengalihkan perhatian pada pekerjaannya lagi. Tak terasa waktu sudah menunjukan jam makan siang

  Nina berjalan sepanjang trotoar sambil memegang secangkir kopi hangat ditangannya, kenapa isi artikel itu selalu ada dikepalanya.  Tiba-tiba ia tidak napsu makan, dan ia malas melakukan apapun. Tiba-tiba ponselnya berdering.  Nina mereject panggilan tersebut saat tahu siapa yang meneleponnya. Ia pun kembali berjalan, dan ponselnya kembali berdering, nina merejectnya lagi.

***

  Nina POV
  Aku menyesap kopi panas yang barusan aku beli di café diseberang kantor, dan aku mendengarkan alunan music lembut dari ponselku. Tiba-tiba wajah namja playboy itu muncul dikepalaku, aku segera mengenyahkannya.
  “nina, kau kenapa? Sakit?” Tanya minnah
  “ah ani, aku baik-baik saja” kata minnah mengaggetkanku
  “seseorang mencarimu”
  “siapa?”
  “minhyuk” kata minnah dengan senyum diwajahnya, aku memalingkan wajahku
  “tolong bilang padanya aku sedang sibuk, sedang tidak bisa diganggu” kataku sambil merapikan file yang sebenarnya tidak berantakan.
  “tumben, biasanya kau akan langsung menemuinya?”
  “aku bilang aku sedang sibuk, dan aku tidak punya waktu untuk bertemu dengannya”
  “kalian ada masalah?” Tanya minnah
  “tidak ada, hanya saja aku harus mengejar deadline” minnah tertawa
  “kau pikir aku bodoh apa? Deadline kita masih sangat lama nina, ingat kita satu department. Aku tahu kau menghindar dari namja satu itu” kata minnah sambil menunjuk keluar jendela, dan minhyuk terlihat sedang berdiri dengan senyum lebarnya.
  “kau sudah tidak bisa menghindar lagi” kata minnah, aku memutar bola mataku dan aku berjalan kearah minhyuk.
  “wae?”
  “kau tidak suka aku datang?”
  “aku sedang sibuk, tidak bisa diganggu”
  “sibuk menghabiskan kopi mu?” Tanya minhyuk sediki terkekeh.
  “aku- bilang- aku – sibuk, arraseo?? Jadi kau bisa tinggalkan tempat ini kalau kau sudah tidak ada urusan disini” akupun meninggalkan minhyuk dan kembali kemeja kerjaku.

***

  Hari ini aku pulang lembur, aku keluar dari lift dan berjalan ke apartementku, tiba-tiba kakiku berhenti melangkah, dan aku menatap sosok namja yang sedang berdiri didpan pintu apartementku.
  “ada apa kau kesini?” tanyaku, senyum terukir diwajahnya
  “akhirnya kau pulang. Aku tunggu dari tadi” katanya
  “aku tidak memintamu kemari” kataku ketus
  “aku sendiri yang mau kesini kok”
  “huh!! Lalu yeoja cinggumu itu kau tinggal begitu saja?”
  “siapa?” Tanya minhyuk, raut heran terbentuk diwajahnya
  “siapa lagi kalau bukan jia” kataku sambil membuka pintu apartementku dan masuk, tanpa memperdulikan minhyuk. Saat aku akan menutup pintu tangan minhyuk menahannya dan ia menerobos masuk kedalam.

  “apa yang kau lakukan?! Keluar!!” aku setengah berteriak
  “aku tidak mau keluar” kata minhyuk
  “keluar atau aku panggilkan security” kataku berjalan menuju gagang telepon, tiba-tiba tangan minhyuk menarikku dan mendorongku ke tembok terdekat, sekarang posisiku terhimpit antara tembok dan tubuh minhyuk.

  “apa yang kau lakukan? Lepaskan aku!!!” kataku berusaha mendorong tubuh minhyuk, tapi tatapan matanya yang tajam membuatku ciut.

  “kenapa kau menghindar? Apa aku punya salah padamu?” tanyanya.
  “tidak, aku hanya tidak mau menjadi orang ketiga antara kau dan jia” kataku
  “jia? Apa yang dia katakan?” Tanya minhyuk, jarak antara wajah kami masih sangat dekat.
  “dia bilang dia yeoja cinggumu yang ke 33” alis minhyuk bertaut
  “darimana kau tahu?” Tanya minhyuk, tanganku merogoh tas yang masih aku pakai dan mengeluarakan majalh yang tadi pagi aku baca. Minhyuk mengambilnya dan melemparkannya sembarangan.

  “dank au percaya? Atau kau cemburu?” Tanya minhyuk, ia semakin mendekat
  “lepas….kan” kataku, tapi bibir minhyuk sudah melumat bibirku lebih dulu, aku berusaha memberontak tapi minhyuk mencengkeram bahuku kencang. Ia masih melumat bibirku.
  “aku tidak seperti yang kau bayangkan” kata minhyuk melepaskan ciumannya
  “ya, kau lebih jahat dari playboy manapun” kataku masih berusaha menghinadar
  “buka matamu, dan lihat siapa aku” kata minhyuk, ia kembali melumat bibirku, dan entah kenapa rasanya aku ingin membalasnya.
  “kau mulai luluhkan?” kata minhyuk sorot matanya tajam dan senyuman memetikan tersungging dibibirnya, aku terbelalak. Aku mengumpulkan semua tenagaku dan mendorong minhyuk menjauh. Sesaat aku melihat minhyuk hanya diam, kami sama-sama diam.

  “mianhae” minhyuk mengucapkannya dengan sangat pelan
  “aku hanya ingin tau kenapa kau menghindar, mian tadi aku kelewatan”
  “aku bilang aku sibuk, aku tidak ingin ditemui dulu beberapa hari ini, dan aku…..”
  “kau…”
  “aku tidak ingin menjadi penghalang hubunganmu dengan jia atau gadis lainnya, sekali lagi aku tidak seperti mereka. Silahkan keluar dari sini” kataku sambil menunjuk pintu apartementku. Minhyuk mengangguk dan berjalan menuju pintu, setelah aku yakin ia sudah jauh aku masuk kamarku dan membenamkan tubuhku dibalik selimut dan mulai terisak.
***


  Aku bangun pagi buta, karena raungan ponselku.
  bonjour, ma sœur 
  “onni!!” kataku saat mendengar suara kaka perempuanku dari perancis sana
  “annyeong, apa kabar? tu me manques  
  “aku baik-baik saja onn, bagaimana dengan onni, appa dan omma?” tanyaku antusias
  “kami semua baik, kapan kau pulang?”
  “entahlah, aku sibuk” kataku sambil tertawa
  “jangan terlalu sibuk dengan pekerjaan, hati-hati kau sakit”
  “tidak, tenang saja aku bisa mengurus diriku sendiri kok” kataku
  “baiklah, adikku ternyata sudah besar. Oh iya bagaimana? Apakah kau sudah punya namja cinggu disana?” Tanya onniku
  “belum” kataku singkat.
  “masa sih? Aku tidak percaya, atau mungkin kau sedang dekat dengan seseorang?”
  “hmm….bagaimana ya….”
  “ah ayo ceritakan, aku penasaran. Siapa orangnya….???”
  “hmm….minhyuk” kataku, wajah namja itu muncul dipikirannku
  “sebentar….rasanya aku pernah dengar nama itu..tunggu” terdengar suara-suara tidak jelas , sepertinya onniku sedang mencari sesuatu.

  “dapat” aku kembali mendengar suaranya
  “apa yang kau lakukan onn?”
  “minhyuk yang model itu?” Tanya onniku
  “benar, dari mana onni tau dia model?”
  “aku kan langganan majalah mu nina, kau lupa? Dan baru saja kemarin kiriman edisi terbaru tiba. Kau yakin kau dekat dengannya?”
  “entahlah onn, aku juga tidak tau pasti. Ia baru saja membuatku kesal tapi aku…rasanya aku suka padanya onn” terdengar helaan nafas dari ujung telepon.
  “bukannya ia playboy?” Tanya onniku, nada suaranya terdengar serius
  “ya, aku tau itu”
  “nina, ingat tujuanmu tinggl dikorea sayang, kau ingin melupakan sakit hatimu pada Richard yang sekarang sudah pergi dengan perempuan lain, dan sekarang dikorea sana kau malah dekat dengan seorang playboy. Kau tau resikonya? Ia akan menyakitimu pada akhirnya” aku hanya diam, mencerna pekataan onniku yang aku rasa ada benarnya.

  “aku tau onni, lagipula ia sudah menemukan ‘mainan’ barunya, dan aku juga tidak ingin terlalu dekat dengannya, aku tidak mau jadi ‘mainannya’ kok”
  “baguslah, aku tau pekerjaanmu menuntutmu berhubungan dengan banyak model dan namja yang tampan-tampan, tapi aku harap kau bisa menemukan orang yang tidak akan menyakitimu”
  “tapi onn….bagaimana kalau aku tidak bisa jauh darinya? Bagaimana kalau aku terlanjur terlalu jauh suka padanya?” lama tidak ada jawaban, kami sama-sama diam
  “itu keputusanmu, kau yang tau mana yang baik untuk dirimu, tapi aku harap kau bisa memilih yang terbaik” terdengar onniku menasihati, aku sangat dekat dengannya walaupun jarak kami jauh, aku selalu mendengar nasihatnya.
  “iya, aku tau” kataku, pikiranku menerawang pada kejadian diruang  tamu beberapa jam lalu.
  “nina…nina…kau ketiduran ya?” terdengar suara onniku memanggilku beberapa kali
  “ah ne?”
  “mian aku meneleponmu pagi buta, di paris sih sudah siang heheh, ya sudah sana tidur lagi, nanti kita sambung okay”
  “okay, dadah onni” aku pun meletakan ponselku di sisi tempat tidur, tapi aku sudah tidk bisa tidur, aku terus memikirkan perkataan onniku
  ia akan menyakitimu pada akhirnya” perkataan itu selalu terulang dipikiranku.
***


  Author POV
  Sepulang kerja nina menyempatkan diri untuk berjalan-jalan sekitar myongdong, daerah belanja terlaris di seoul. Jarang-jarang ia belanja sepulang kerja kecuali ia sedang stress. Tapi sekarang ia sendiri tidak tau ia stress karena apa, pekerjaannya lancar,lalu kenapa dia stress….atau mungkin karena….
  Langkah kaki nina berhenti saat ia menyusuri trotoar jalanan yang cukup rama itu, lagi-lagi pandangannya menatap billboard besar dipinggir jalanan. Ia mendecak
  “kenapa wajah orang itu ada dimana-mana sih” omel nina dalam hati. Ia kembali berjalan dan masuk kesebuah butik terkenal dan mulai membiarkan nafsu belanjanya menguasainya.
  ***

  Ia melempar kantong-kantong belanjaannya ke jok belakang mobilnya dan ia mulai mengemudikan mobilnya dijalanan seoul yang muali padat. Ia memasuki kawasan dengan bar dikanan jiri jalan, dan jalanan mulai padat merayap. Ia mengerakkan tubuhnya mengikuti irama lagu Mr. Taxi dari MP3 mobilnya, sampai matanya tiba-tiba menangkap sosok yang sudah tidak asing lagi, siapa lagi kalau bukan minhyuk. Ia terlihat sedang didepan sebuah bar yang memang dikhususkan untuk kalangan kelas atas, nina terus mengamati namja yang berdiri agak jauh dari mobilnya itu.

  “dengan siapa dia?” nina sangat penasaran, iapun menepikan mobilnya dan turun dari mobilnya. Ia berusaha berjalan mendekat, entah kenapa rasa penasarannya besar sekali.

  “itu bukan jia” kata nina dalam hati sambil terus mendekat kearah bar itu. Ia terus memperhatikan yeoja yang dirangkul minhyuk. Agak sulit mengenal yeoja itu karena pakaian yang sengaja dibuat tertutup dan suasana yang mulai gelap. Sepintas yeoja itu memalingkan wajah.
  “sandara? Sandara 2ne1?” nina terperangah, baru kemarin ia dibuat kaget karena minhyuk dikabarkan berpacaran dengan jia dan sekarang ia bersama sandara?
  “gila benar playboy satu ini” kata nina tapi ia masih penasaran, terlihat minhyuk dan yeoja itu masuk  ke dalam bar. buru-buru nina masuk kedalam, tetap menjaga jarak agar minhyuk tidak melihatnya.  Lalu minhyuk dan sandara masuk kearea VIP room, nina terus mengikutinya.
  “maaf nona, anda mau kemana?” Tanya seorang petugas bar
  “aku mau kearea  VIP” kata nina
  “maaf, apakah anda sudah reservasi?”
  “belum, dan aku ingin mausk kesana sekarang juga” kata nina
  “tapi anda harus…”
  “ini kartu creditku, silahkan kau gesek seberapapun asal aku bisa masuk kedalam” nina menyerahkan credit cardnya, tanpa pikir panjang sang petugas berjalan pergi dan mempersilahkan nina masuk, iapun masuk kedalam dengan hati-hati agar minhyuk tidak melihatnya.

  Minhyuk dan sandara duduk disudut, dan nina duduk disudut lainnya, suasana yang remang-remang membuat nina tidak terlalu kelihatan diantara orang lainnya.  Terlihat minhyuk dan sandara memesan minuman, dan mereka berbincang dan tertawa. Nina terus mengawasi.

  Tiba-tiba matanya terbelalak saat melihat sandara bergerak maju dan wajah minhyuk dan sandara sangat dekat.  Nina memalingkan wajahnya, tidak ingin melihat pemandangan itu. Ternyata air matanya  sudah nyaris menetes, ia pun segera keluar dari bar itu dan segera pulang kerumahnya.
  Ia mebanting semua kantong belanjaannya, ia masuk kamar dan membanting pintu kamarnya.
  “babo namja….!!!! Baboooo!!!!! Putain!!! Je Vous hais!!!!” nina menjerit dalam kamarnya sambil terisak, air matanya sudah tidak dapat dibendung lagi. Ia menangis sejadinya hingga larut malam dan ia katiduran karena terlalu lelah menangis.
***


  Telepon kantor majalh mannequin berdering, jinyoung berjalan untuk mengangkatnya
  “yoboseo, kantor majalah mannequin”
  “jinyoung ah~ ini aku nina”
  “ya ampun nina, ada apa dengan suaramu?”
  “haha mian aku tidak bisa kekantor hari ini, aku sedang tidak sehat” kata nina berjuang berbicara dengan sisa suaranya
  “baiklah, kau istirahat saja dulu sampai kau sembuh. Cepat sembuh ya” jinyoung kembali ke meja kerjanya. Kira-kira 30 menit kemudian seseorang mengetuk pintu ruangan kerjanya
  “masuklah” kata jinyoung sambil mengetik beberapa dokumen.
  “jinyoung ssi, kau terlihat cantik hari ini” kata seorang namja di depan pintu
  “aissssssh minhyuk ssi, aku sudah menikah, jadi cari saja perempuan lain untuk kau goda” kata jinyoung saat melihat minhyuk berjalan mendekat.
  “maksudku juga begitu, tapi sayang yeoja yang mau aku goda itu tidak terlihat” kata minhyuk sambil menatap meja kerja nina yang tak jauh dari meja kerja jinyoung. Jinyoung tertawa pelan.
  “sudah kuduga, ia sedang sakit jadi tidak masuk kerja” kata jinyoung
  “sakit? Sakit apa?” raut wajah minhyuk terlihat khawatir
  “entahlah, tadi pagi ia telepon dan suaranya serak sekali”  kata jinyoung
  “mwo?” minhyuk terlihat sedikit kaget. “kalau begitu aku akan ketempatnya, aku ingin menjenguknya” minhyukpun berdiri.
  “oh ya coklat ini untukmu saja, supaya kau tambah manis” kata minhyuk sambil mengedipkan sebelah matanya.
  “hahahah gomawo, eh jangan macam-macam pada nina, dan titipkan salamku padanya ya” kata jinyoung. Tiba-tiba minhyuk menghentikan langkahnya
  “tenang saja , aku pria baik-baik kok. Oh ya boleh aku Tanya sesuatu?” Tanya
  “apa?”
  “apa nina punya namja cingguya?” jinyoung tersentak mendengar pertanyaan minhyuk. Ia menggeleng
  “setauku tidak, tapi dulu ia hampir menikah dengan laki-laki prancis setauku, tapi tiba-tiba saja gagal, kenapa?”
  “ani, hanya ingin tahu saja. Sampai jumpa” minhyuk melambaikan tangan dan segera berlalu.

***


Nina POV
  Aku mengompres mataku yang bengkak dengan air hangat sambil mendengarkan lagu dikamarku. Sambil menunggu pizza pesananku datang, tidak lama terdengar bel pintu berbunyi. Akupun segera berjalan menuju pintu untuk mangambil pizzaku.
  “annyeong” sapa seseorang, aku tersentak dan reflek aku berusaha menutup pintu tapi tangan kekar minhyuk menahannya
  “jangan masuk!!!” kataku masih berusaha menutup pintu. Tapi tenagaku tidak mengimbangi tenaga minhyuk yang dengan mudah mendorong pintu hingga ia bisa masuk dengan mudah.
  “kau sakit? Mana yang sakit?” minhyuk mengitariku, lalu ia melihat mataku yang bengkak.
  “siapa yang menonjokmu?” Tanya minhyuk , aku hanya menggeleng, malas meladeni namja satu ini, rasanya aku ingin membakarnya sekarang juga.
  “kau menangis?” Tanya minhyuk, aku hanya diam
  “siapa yang membuatmu menagis sampai seperti ini?” Tanya minhyuk, aku masih diam
  “bilang siapa yang membuatmu….”
Ting tong… bel kembali berbunyi, minhyuk membuka pintu dan ternyata tukang pizza, minhyuk pun masuk lagi dan meletakan pizza pesananku dimeja.
  “ayo makan pizzanya” kataku sambil duduk, sebenarnya aku berusaha mengalihkan pembicaraan kami tadi. Aku mangambil sepotong pizza dan mengunyahnya, tapi minhyuk hanya diam
  “ambillah, atau ahahahah kau mau aku suapi? Jangan harap” kataku sambil mengunyah pizzaku
  “kau belum jawab pertanyaanku nina” kata minhyuk, ternyata ia ingat
  “mwo?”
  “kenapa kau menangis?” minhyuk mengulangi pertanyaannya
  “aku kangen keluarga ku diparis” aku berbohong
  “separah itukah? Sampai kau sakit?” Tanya minhyuk, aku hanya tertegun.
   “Aku melihatmu kemarin dibar” aku terbelalak, aku menghentikan mengunyah pizzaku dan mataku terpaku pada mata minhyuk yang mentapku tajam. Aku tidak bisa menemukan suaraku.
  “kau duduk sendiri disudut ruangan dan matamu tak pernah lepas dari aku dan sandara”
  “kau…..”
  “tiba-tiba kau keluar dari bar dan aku tidak bisa menemukanmu lagi disana. Karena itu kan?” mata minhyuk memaksaku untuk menjawab tapi aku sama sekali tidak tahu apa yang harus aku jawab.
  “kau….kau dan sandara. Kau dan sandara ber……” kau terbata
  “ya, kami berpacaran. Kenapa?” jawaban minhyuk membuatku tersetak kaget, jantungku tidak berdetak normal. Tiba-tiba aku merasa sangat kesal.
  “lalu kenapa kau datang kesini? Kenapa kau tidak berduaan saja dengan pacar barumu? Dasar playboy gila”
  “cih, kau belum sadar juga?”
  “sadar apa? Maksudmu apa sih?”
  “kau menangis karena aku, dan sekarang kau tidak bisa bilang apa-apa saat aku bilang aku pacaran dengan sandara kan? Kau belum sadar juga?” Tanya minhyuk, aku hanya diam masih tidak mengerti apa yang ia maksud. Tiba-tiba ia berdiri mengambil sepotong pizza dan berjalan menuju pintu.
  “nanti juga kau tau belle” kata minhyuk menyentuh pipiku
  “sampai jumpa, cepat sembuh dan gomawo” katanya sambil mengangkat pizza ditangannya
  Aku terdiam…
  “aku menangis karena dia, dan aku kaget mendengar dia pacaran dengan sandara. Lalu……” aku berfikir keras sampai melupakan potongan pizza ditanganku
  “apa maksudnya??”

--TBC--



11 comments:

  1. nina mulai jatuh cinta sama MinHyuk nihh ~~
    makin seru aja ni ceritaaa ~~~
    part selanjutnya jangan lama lama ya chingu :)

    ReplyDelete
  2. Makin berasa aja gombalannya Minhyuk.

    Ditunggu kelanjutannya :)

    ReplyDelete
  3. MinhyuK baD b0y abiiiiZz..
    niCe ff, maKin peNasaRan! XD
    ehh, bag. adULt ny kUraNg nii, agx banyAkN diKit, ahhehe..
    g0maw0 aUth0r.. :)

    ReplyDelete
  4. nina fallin' in love with minhyuk!! Aish...
    Hwaiting... Hwaiting...

    Lanjut eonni...
    Tp jgn lma2 y posting part brikutnya!!
    Hehehe... :)

    ReplyDelete
  5. pnasaran nh ...
    part slanjutny jgn lm" y :D

    ReplyDelete
  6. @rara + dae hyun+ nia+lee: part selanjutnya dah selese tapi tunggu tgl tayang yng tepat...tungguin ya :)

    @anya: tadinya sih mau gitu...tapi takut dijitak ma yang lain kkkk

    ReplyDelete
  7. waa mkin seruuu.. author... cpet lnjutin... ak ska..ak ska

    ReplyDelete
  8. minhyuk jahat ! tampol nih :O

    lanjut thor (?)

    ReplyDelete
  9. gemes bacanya (><)

    pengen jadi nina deh, disamperin minhyuk mulu #plak

    ReplyDelete
  10. ahahaaaiii gitu ya rasanya cemburu ... #agak-agak lupa .. cieeeee

    ditunggu lanjutannya :)

    ReplyDelete
  11. aku telaaat >< minhyuk bener2 deh, dia kenapa sih kayak gitu >< katanya serius tapi..
    hadeh hanya author yg tau xD lanjut~

    ReplyDelete

Cara komen (bagi yang kurang jelas):

1. Ketik komen kalian di kotak komentar.

2. Di samping 'Berikan komentar sebagai', klik Google (bagi yang menggunakan Blogspot) atau LiveJournal/Wordpress/AIM/TypePad/OpenID (bila kalian mempunyai akun disana)

3. Atau bagi yang tidak punya akun sama sekali / tidak mau ribet, klik NAME/URL (kosongkan URL bila tidak mau ditampilkan)

4. Klik 'Poskan komentar'