Wednesday, May 18, 2011

W PINCH [chapter 2]



Author: kang hyeri (@mpebriar)


Length: chaptered


Rating: G


Genre: Friendship, romance


Disclaimer: the plot belongs to Ryo Azuki


Cast:

  • Jung Yonghwa CNBLUE
  • Seo Joohyun SNSD
  • Kang Minhyuk CNBLUE
  • Lee Jinki / Onew SHINee
  • Roo (Kim Jonghyun's puppy)
Other Cast:
  • Kim Yoojin / UEE After School
  • Choi Sooyoung SNSD
  • Kim Hyuna 4minute
  • Jung Jinwoon 2AM



Mulai sekarang panggil aku Seo Joohyun! Tulisannya harus tebal dan miring karena aku sangat berbeda dengan Seohyun dan juga kalian. Seo Joohyun si cengeng sekarang sedang tidur! Dan sekarang saatnya aku yang bermain. Mau main denganku Yoojin, Sooyoung, Hyuna?”

Wajah Yoojin, Sooyoung dan Hyuna memucat. Seohyun berhasil membuat mereka bertiga tiba-tiba saja ketakutan. Belum pernah mereka melihat Seohyun semarah ini.

“Hey, kok diam? Biasanya kalian yang banyak omong!”

Sooyoung yang memang jago karate, memberanikan diri maju menghadap Seohyun lalu menarik kerah seragam Seohyun dengan kasar. Onew yang melihat sosok adiknya yang sesungguhnya mulai panik.

Namun hanya dengan satu tangan, Seohyun berhasil melempar Sooyoung hingga tubuhnya terbentur dinding. Untungnya bagi Sooyoung, rasa sakit yang dialaminya belum seberapa karena dia pernah mengalami yang lebih dari ini. Tapi tetap saja Sooyoung merasa kalau Seohyun lebih kuat darinya.

“Hahahaha, payah! Hanya dengan satu tangan saja kau tumbang! Dasar kapas!” ejek Seohyun.

“Ada apa dengan dia?” tanya Yoojin pada Hyuna yang berdiri tepat di sampingnya.

“Mwolla! perasaanku kok tiba-tiba ga enak ya?!”

“Mending kita pergi! Kajja!”

“Hey, hey!” seru Seohyun sambil menahan bahu Yoojin dari belakang. “Mau kemana? Aku belum bermain denganmu! Kau mau main apa? Aku dengar kau suka bungee jumping.”


“EOMMA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!” teriak Yoojin.

Saat ini Yoojin tergantung dengan tali yang mengikat kakinya bak sebuah pancingan ikan dari atap gedung.

“Hahahaha, percuma kau teriak!! Ruang guru jauh dari sini!”

Kemudian Seohyun menatap garang Sooyoung dan Hyuna.

“Kalian! Belikan aku keripik kentang super jumbo, kue pie strawberry, dan jus jeruk! Kalau kalian ga balik dalam 3 menit, tali ini aku gunting dan kau sudah tau sendiri kan apa yang akan terjadi pada teman tersayangmu ini,” kata Seohyun seraya mengelus-elus sebuah tali yang menegang karena menahan beban yang berat –Yoojin-. Sooyoung dan Hyuna pun pergi dengan panik.

Seohyun-ah, udah cukup! “ seru Onew.

Seohyun pun melirik tajam ke arah Onew. “Diam kau oppa bodoh! Kau mau aku gantung seperti si Yoojin?” tanya Seohyun garang seraya menunjuk ke arah Yoojin yang masih tergantung. Onew menggeleng dengan cepat, tidak mau bernasib naas seperti yang sedang dialami Yoojin.

“YA!” seorang namja yang sedari tadi hanya diam mulai berbicara, lebih tepatnya berteriak. “Akhirnya kau menunjukkan wajah aslimu, hah, Seo Joohyun? Sekarang kau ga bisa mengelak lagi, pura-pura ga kenal aku!”

Seohyun tersenyum. “Tentu aja aku saaaaaaaaaangat mengenal dirimu,” kata Seohyun seraya mengusap sebelah pipi Yonghwa yang kemudian buru-buru Yonghwa tepis, “Anak buahku yang ke 764, si cengeng Yong-yong, kekekeke!

Wajah Yonghwa tiba-tiba memerah karena malu, juga shock karena mengingatkannya akan masa lalunya..

Ingat ga waktu kita karya wisata dulu, kita di suruh menggali tanah. Kau menemukan sebuah binatang lucu. Lalu kau menangis. Kekekeke,” kata Seohyun terkekeh sembari mengingat tentang masa kecil mereka dulu.

“Di...diam kau! Jangan bicarakan itu! Aku menangis karena kau mengejarku dan berniat menjahiliku dengan cacing itu! A...aku bukan Yonghwa yang dulu lagi,” kata Yonghwa sedikit terbata.

Oh ya? Lalu apa kau juga ingat saat kau memberi makan beberapa ekor kelinci milik sekolah, salah satunya mengejarmu dan kau lari terbirit-birit. Hahaha, kau menganggap dirimu sudah berubah sekarang, Yong-yong?”

Yonghwa ingin sekali berkilah tapi yang dikatakan Seohyun memang benar.

“Kau... kau masih saja suka membuat orang marah!”

Seohyun hanya tertawa.

GUK! GUK! WOOF!

Suara gonggongan anak anjing terdengar jelas. Yonghwa menatap ke arah sumber suara dan mendapati anjing kecil miliknya bertengger di pintu seraya menjulurkan lidahnya karena sedang bernafas.

“Roo? Kau mengikutiku sampai ke sekolah?”

“Huaaa, anak anjing! Manisnya!” seru Onew mendekati anak anjing yang bernama Roo itu. namun Roo mnghindar dan berjalan mendekati Seohyun.

Ma...mau apa kau anjing jelek? Sana, sana! Hush!” Seohyun berusaha mengusir anak anjing yang berhasil membuat wajah Seohyun sedikit memucat. Namun Roo malah melompat ke arah wajahnya hingga membuat Seohyun terjatuh.

NGIIIIIIIIIING!

Roo menjilat-jilat pipi Seohyun.

“Huaaa, anak anjing siapa ini? Lucu sekali!” kata Seohyun. “Eh? Apa yang terjadi padaku? Onew oppa, kenapa kau di sini?” tanya Seohyun seperti orang linglung.

“Seohyun-ah, kau sudah kembali?” tanya Onew balik.

“Kembali? Kembali apa? Oppa ngomong apa sih?”

Seohyun yang sedang mengelus-elus Roo sebenarnya juga bingung dengan apa yang telah terjadi pada dirinya. Dia tidak ingat sama sekali. Dia memang ingat terakhir kali dia di atap sekolah, tapi dia bingung kenapa tiba-tiba dia terjatuh dan sejak kapan ada Roo di pangkuannya.

“Ck! Pura-pura lagi, hah?” tanya Yonghwa tajam. Tatapannya mampu mengalahkan tajamnya pisau. Seohyun yang baru saja melirik Yonghwapun takut dibuatnya.

“Yo...yonghwa?”

Onew membantu Seohyun berdiri, tujuannya ingin menggendong Roo. Onew memang sangat menyukai anak anjing, tapi orang tuanya melarang untuk memelihara binatang karena Onew tipikal orang yang cepat senang cepat pula bosan. Orang tuanya takut nasib buruk menimpa peliharaan Onew.

“Bercanda, hah? Kau pikir dengan berpura-pura aku akan percaya lagi? Jangan harap Seo Joohyun! Beberapa tahun belakangan ini aku mencarimu. Semua sekolah di Seoul telah aku datangi. Hingga beberapa hari yang lalu aku mendapat surat singkat ini!” Yonghwa mengeluarkan sebuah kertas dan menunjukkannya pada Seohyun.

Seo Joohyun berada di SMA Seoul, kelas 2C

“Aku ga tau siapa yang ngirim dan apa peduliku? Yang aku inginkan hanya,” Yonghwa menyudutkan Seohyun di pagar pembatas apa gedung sekolah, kedua tangannya mengunci Seohyun yang gemetaran, “Pembalasan dendamku!”


***


“Eh, eh, Yoojin ga masuk!”

“Wae?”

“Masa kau ga tau? Setelah apa yang terjadi kemarin...”

Seohyun –dengan kuncir duanya- bisa mendengar bisik-bisik temannya. Semua mengira kalau ini adalah ulah Seohyun, padahal Seohyun sendiri tidak ingat sama sekali.

Hari ini Yoojin yang terkenal tidak pernah absen malah ga masuk. Dua orang pengikutnya juga hari ini pendiam, seolah menghindar dariku.Aku emang melihat Yoojin yang tergantung, tapi masa itu perbuatanku? Mana mau aku berbuat macam-macam pada dia! AAAAAAAARG aku ga ingat!

Onew oppa cerita kalo aku tiba-tiba berubah jadi buas. Dia cerita aku begini lah, aku begitu lah.. Mana mungkin itu aku????

Seohyun masih sibuk dengan pikirannya hingga seseorang yang baru datang menggeser kursinya dengan kasar. Dialah Yonghwa. Masih mengenakan seragam lamanya. Datang-datang Yonghwa malah menatap tajam Seohyun. Seohyun yang merasa sedang ditatap, tidak berani menengok ke arah Yonghwa.

Seohyun jadi teringat akan pembalasan dendam yang dikatakan Yonghwa. Sampai saat inipun dia masih bingung.

Mana mungkin aku tanya dia apa yang dia maksud dengan dendam? Kenal saja aku tidak! Masa iya cuma gara-gara aku ga sengaja nabrak dia lalu dia mau balas dendam! Haha, kok lucu? Apa jangan-jangan dia datang dari masa laluku? Aku ga ingat sama sekali (><)

“Seohyun-ah, kau ga apa-apa?”

Tanpa menengok Seohyun menjawab, “Gwenchana!” Saat Seohyun melirik ke arah pemilik suara, tiba-tiba saja sinar putih menyilaukan matanya.

Minhyuk? Senyumnya mengalihkan duniaku.. Huaaaa, pagi-pagi begini melihat senyum cerahnya Minhyuk membuat kekhawatiranku menghilang.

Tapi tentu saja tidak jadi menghilang, karena begitu dia mengambil buku di laci mejanya, ternyata sudah ada coret-coretan dengan kata-kata kasar di bukunya yang entah siapa yang menulisnya. Rasa khawatir kembali melanda.

“A...apa-apaan ini? Kemarin bukunya masih baik-baik aja kok! Ga mungkin pelakunya Yoojin dkk. Hari ini dia ga masuk dan Soyoung Hyuna ga mungkin berbuat sesuatu padaku tanpa Yoojin. Apa jangan-jangan...” Seohyun melirik ke arah kiri, tempat duduk Yonghwa yang ternyata sang pemilik bangku malah balik menatap seolah berkata ‘apa lihat-lihat?’ melalui sorot matanya.

Pasti dia! Haaaah! Sabar Seohyun, sabar! Kau cuma seorang gadis remaja yang selalu sial setiap harinya, kata Seohyun yang ditujukan pada dirinya sendiri.

Tak lama Im Sonsaengnim datang.

“Ujian kalian kemarin sudah saya nilai dan hanya satu orang yang mendapat nilai sempurna. Jung Yonghwa, chukkaeyo!”

Semua menatap ke arah Yonghwa.


Seohyun pov


MWORAGO? Yonghwa? Si anak baru dapat nilai sempurna? Padahal baru kemarin dia pindah ke sini. kalau dilihat-lihatpun, ga ada tampang-tampang orang pintar. *author diarak emotional angels*

Aku kembali meliriknya dan ternyata dia juga menatapku. Entahlah, seperti ada makna di balik tatapannya itu. Apa? Aku ga tau!

Akupun kembali meratapi nilaiku, 65.


Karena guru olah raga berhalangan hadir, kami dibebaskan untuk berolah raga apa saja. Para yeoja yang tadinya ingin bermain voli, tiba-tiba saja berlari ke arah lapangan bola. Aku yang ga tau sebenarnya ada apa akhirnya ikut-ikutan juga.

Ternyata pada sedang menonton Yonghwa yang sedang berlari menggiring bola. Yeoja-yeoja yang sedang berdiri di sampingku –bukan hanya dari kelasku saja- tak henti-hentinya memuji Yonghwa. Selain parasnya yang tampan, otaknya yang encer, dia juga pandai bermain sepak bola.

Cih, mereka ga tau aja bagaimana aslinya namja dingin itu!

Saat aku tersadar dari lamunanku, ternyata Yonghwa sudah berdiri tepat di depanku. Matanya tajam menatapku. Aigoo! Apa lagi ini? Tatapannya masih sama seperti tadi, seperti ada sesuatu yang ingin sekali dia sampaikan melalui tatapannya. Ah tidak, seperti ada yang ingin dia tunjukkan padaku.


***


Lima hari sudah berlalu. Sikap Yonghwa padaku makin lama makin aneh. Tau tidak? Sehabis dia berhasil melakukan sesuatu, dia pasti akan langsung mendatangiku dan menatapku seolah-olah melalui sorot matanya dia berkata ‘kau lihat itu Seohyun?’. Dan aku sebal saat sonsaeng menyuruhnya membaca lantang beberapa paragraf berbahasa inggris. Yang menjadi masalah bukan karena kefasihannya dalam pengucapan, tapi kenapa dia membacanya menghadapku????? Mau pamer, hah?


“Orang-orang pada ngomongin Yonghwa, ga guru ga teman-teman, semua membicarakannya!” kata Minhyuk seraya membawa beberapa buku. Kami berdua di suruh mengembalikan beberapa buku ini ke perpus oleh Shim sonsaengnim.

“Aku pikir juga begitu!” sahutku.

“Sejak dia pindah ke sini, dia selalu mencari masalah terutama pada kau. Aku jadi khawatir.”

Minhyuk khawatir padaku? Apa kasihan?

“Gwenchana! Lagipula...”

“AWAS!” Minhyuk tiba-tiba menarikku. Saking kuatnya tarikan Minhyuk, keseimbangan kami menghilang. Dan OMO!!!!! Aku menindihnya, wajah kamipun kini hanya berjarak sekitar 5 cm. Ottokhae? Ottokhae?

Author pov

Sebuah bola tenis tiba-tiba saja datang mengarah kepada Seohyun dari belakang. Minhyuk yang menyadarinya dengan segera menarik Seohyun dengan maksud agar Seohyun tidak terkena bola itu. Namun siapa sangka keseimbangan mereka menghilang sehingga mereka jatuh berhimpit.

Jantung Seohyun berdetak dengan cepat.

Dengan cepat mereka bangkit, takut terjadi salah paham.

“Se...Seohyun-ah, a..aku harus ke toilet. Kau bisa kembalikan buku ini sendirian kan?” tanya Minhyuk gelagapan.

Seohyun hanya mengangguk. Rasanya sulit untuk berkata-kata.

Minhyukpun bergegas menuju toilet pria yang ada di ujung lorong. Semua yeoja meliriknya.

“Omo... Minhyuk tampan sekali!”

“Kyeopta~!”

Bisikan itu sebenarnya terdengar jelas oleh Minhyuk, tapi pikirannya dipenuhi oleh Seohyun. Tidak, Seohyun yang satu lagi.

Walaupun hati Seohyun sedang berdebar-debar, pikirannya masih melayang ke yang lain. Siapa yang berbuat iseng padanya?

Yonghwa! Satu nama yang tiba-tiba muncul di pikirannya. Siapa lagi yang tega berbuat seperti itu? Yoojin dkk sudah tidak pernah mendekati Seohyun semenjak kejadian itu.


Seohyun membuka lokernya dan tiba-tiba saja melihat makhluk kecil berwarna hijau sedang asik melompat-lompat di dalam loker Seohyun, berhasil mendarat tepat di hidung Seohyun.

“KODOK!!!” teriak Seohyun. Dengan reflek dia mundur ketakutan dan tidak sengaja menabrak seseorang.

Sialnya, yang ditabrak Seohyun adalah Yonghwa.

“Anak liar! Kapan kau akan mengakui itu?”

“MM...MIANHAE!!!!!!” teriak Seohyun seraya lari terbirit-birit.

“Ya, tunggu! Kok lari?”

Kini yang ditakutkan Seohyun bukan kodok lagi melainkan Yonghwa. Seohyun semakin yakin kalau Yonghwa lah pelakunya.

Ya Tuhan, kenapa dia menindasku terus????? batin Seohyun.

“Seohyun! Tunggu, jangan ke sana!” ternyata Yonghwa mengikuti Seohyun. Tangan Yonghwa berhasil meraih kedua bahu Seohyun dari belakang, sontak membuat Seohyun ketakutan.

“Yonghwa-ya, mm..mianhae!”

BYUUUURRR!!!!!!

Air seember membasahi Yonghwa.

“Kita salah orang, ayo kabur!” kata si pelaku dari lantai dua.

“Dinginnya....!” gumam Yonghwa.

Entah mengapa, begitu Yonghwa melihat beberapa yeoja yang gelagatnya ingin menyiram Seohyun, tubuhnya reflek memeluk Seohyun dan melindunginya dari guyuran air. Akibatnya tubuhnya yang kena.

“Apa-apaan ini? Kau jadi target orang-orang. Apa yang kau perbuat, hah?” tanya Yonghwa ketus.

Namun pertanyaan Yonghwa tidak bisa dicerna Seohyun karena pikirannya sendiri.

Yonghwa melindungiku? Loh? Jangan-jangan selama ini bukan dia pelakunya? Jadi siapa?

“Yonghwa-ya, kau... kau ga apa-apa?”

“APANYA YANG GA APA-APA?? Aku kebasahan, yeoja bodoh! Asal kau tau, ya! Aku ga bermaksud melindungimu. Tubuhku sendiri yang spontan bergerak!” dengan seketika emosi Yonghwa meledak.

“Mm..mianhae!”

DIA MENYERAMKAN!!!


Yonghwa duduk di tepi ranjang UKS. Saat itu ruang UKS sedang kosong. Yonghwa melepas kemeja seragam lamanya, menyisakan kaos oblong putih yang biasa dia pakai.

“I...ini handuk!” kata Seohyun sambil menyerahkan handuk putih. Yonghwapun menerimanya.

“Mianhae, Yonghwa-ya! A..aku telah salah sangka padamu. Aku pikir kejadian-kejadian buruk yang aku alami belakangan ini karena...kau!” terang Seohyun, sengaja menundukkan kepalanya.

“Apa yang kau katakan?” tanya Yonghwa dengan nada garang.

“A..abisnya kau bilang mau balas dendam padaku! Kau juga suka melirikku ga jelas!” kata Seohyun gemetaran. Matanya terpejam saking gemetarnya.

Kenapa dia? batin Yonghwa.

“Dengar ya baik-baik! Rencana balas dendamku itu adalah menunjukkan kalau aku, Jung Yonghwa yang sekarang, lebih hebat dari kau. Nilai akademisku, skill ku. Aku bekerja keras dan mau menunjukkan pada kau kalau aku lebih hebat dari kau Seo Joohyun! Jangan bandingkan aku dengan Jung Yonghwa yang dulu. Aku ga bakal melakukan hal kekanak-kanakan seperti yang lain lakukan.”

Bekerja keras...hanya untuk ini? Balas dendam? Oh sekarang aku mengerti arti dari tatapannya selama ini, kata Seohyun di dalam hati.

Seohyun sendiri benar-benar tidak memahami Yonghwa. Menurutnya, wajah Yonghwa selalu terlihat garang. Namun tiba-tiba saja dia berpikir kalau Yonghwa tidak semenakutkan seperti yang Seohyun pikir.

“Kau terlihat seperti orang yang tertindas sekarang. Kau yang dulu, mau itu ubur-ubur atau ular, kau akan mengangkatnya dengan berani dan menganggap itu hewan yang lucu. Jika ada orang yang menyiram kau dari belakang, kau akan menyeret orang itu dan mendorongnya ke kolam renang sekolah.” Yonghwa menjelaskan sambil membayangkan Seohyun kecil di masa lalu.

“Ba..bagaimana bisa aku melakukan itu? Aku ga sejahat itu!” Seohyun masih agak shock begitu mengetahui kebenarannya.

Yonghwapun berjalan ke arah Seohyun dan mencengkeram bahu Seohyun erat-erat.

“Karena Kang Minhyuk, hah? Kau ingin mencuri perhatiannya lalu kau berubah menjadi yeoja cengeng begini. Paboya!”

“Me..mengapa aku melakukan itu? a..aku...”

“Kalau memang begitu, aku ga bisa terima! Ada apa denganmu? Kau bukan tipe yeoja seperti itu!” kata Yonghwa seolah-olah dia mengenal Seohyun betul.

“Hey, hey! Tenang, Yonghwa-ya!”

Entah sejak kapan Onew masuk ke ruang UKS. Yang jelas kini dia berdiri menengahi Seohyun dan Yonghwa. Roo bertengger di atas kepala Onew.

“Kau ga boleh jahat sama perempuan!”

Tiba-tiba Onew memeluk Yonghwa.

“SEOHYUN, CEPAT LARI!” perintah Onew seraya menahan tubuh Yonghwa.

Seohyunpun berlari keluar dari ruangan. Yonghwa ingin mengejar namun Onew terus menahannya.

Roo yang sedari tadi berada di atas kepala Onew, melompat ke bawah lalu mengikuti Seohyun.

“Roo, jangan pergi!!!”

“YA, HYUNG! Kau mau apa?? Biarkan aku pergi.”

“Aku mau bilang sesuatu padamu, Yonghwa-ya! Tentang Seohyun..”


Seohyun pov


Kau ingin mencuri perhatiannya lalu kau berubah menjadi yeoja cengeng begini.

Apa-apaan dia? Seenaknya berkata seperti itu. Apa maksudnya?

Aku sangat membenci kau, Seo Joohyun!

EH? APA ITU? Tiba-tiba saja bayangan seorang bocah kecil samar-samar melesat di pikiranku. AKU MENGINGAT SESUATU DARI MASA LALUKU! Tapi siapa bocah itu? Kenapa dia membenciku?

“Seo Joohyun!”

Aku menghentikan langkahku karena suara yang memanggilku. Lagi pula akses jalanku di blokir oleh beberapa yeoja bertampang datar.

Aigoo! Apa lagi ini? Perasaanku ga enak..

“Ikut kami!”

Dua orang yeoja yang aku tau dari kelas 2E mencengkram kedua bahuku dan menyeretku ke taman belakang gedung tempat kelasku berada.

“Kau! Tau kau salah apa?” tanya yeoja yang ga ku kenal.

“A..apa?”

“Kau ini tuli apa ga bisa mendengar? JAUHI KANG MINHYUK! Bosan ya ngasih tau kau yang itu-itu terus!”

Astaga, lagi-lagi mereka. Harusnya aku sadar dari awal, pita besar biru yang menyelempang di tubuh yeoja yang barusan bicara padaku memberi tanda kalau dia adalah ketua Lovely Minhyuk Fanclub. Sinting! Ini sudah kesekian kalinya mereka mendatangiku dan memperingatkanku untuk ga dekat-dekat dengan Minhyuk.

“Kang Minhyuk itu milik kami! Kalau kau masih mau sekolah di sini, jangan dekat-dekat lagi dengannya!” kata seorang yeoja lainnya. Yeoja yang berdiri dibelakanginya menimpali, “Masih kurang? Apa kau mau kami coret-coret mejamu? Atau melemparimu dengan bola basket? Atau menyirammu dengan air satu bak?”

Jadi... ini semua perbuatan mereka? Aigoo.. aku menuduh Yonghwa (><)

“Kita ga mau ngajak ribut dengan kau. Tapi kesabaran kami udah abis! Kami gerah melihat kau selalu di dekat Minhyuk! JINWOON!”

Seseorang yang bernama Jinwoon muncul secara tiba-tiba. Astaga, dia itu namja besar yang dikenal suka berantem! TUHAAAAAN, lindungi aku..

“Ceburkan dia ke kolam ikan. Dengan begitu, dia bakal mulai menurut, hohoho!”

Jinwoon menyeretku menuju kolam ikan yang ga jauh dari tempat kami berada. Aku bisa melihat Roo yang ternyata ada di dekatku, menggonggong keras seolah menyuruh Jinwoon untuk enyah dari diriku.

Malapetaka!


Author pov


“Hah? Kepribadian ganda?”

“Ye!”

“Omong kosong apa ini, hyung? Kau dan Seohyun bersekongkol kan mengerjaiku?”

Onew dan Yonghwa berbicara seraya berjalan di lorong kelas.

“Kenapa aku harus mengerjaimu? Aku ngerasa ini cuma sementara, tapi aku ga tau kapan Seohyun akan kembali seperti semula! Kejadian dulu membuat hidupnya berubah 180˚.”

Yonghwa hanya diam saja. Dulu memang dia pernah mendengar kalau Seohyun jatuh dari tangga. Namun dia tidak tau kalau Seohyun amnesia karena keburu pindah dari Busan.

Yonghwa melirik ke arah belakang gedung sekolah melalui jendela di lantai 3. Tatapannya terpaku pada sekelompok orang dan... Seohyun.


Langkah Seohyun hanya tinggal sedikit lagi menuju kolam ikan. Ingin lari tapi cengkraman Jinwoon sungguh kencang.

“Jinwoon-ssi, jangan ceburkan aku, jebal!” pinta Seohyun. Matanya mulai berkaca-kaca. Sedangkan para anggota Lovely Minhyuk Fanclub bersorak-sorai dengan semangat, “Ceburin! Ceburin!”

Seorang namja bermata sipit sedari tadi mengamati mereka dari balik pohon besar yang ada di samping kolam ikan. Diapun melempar seekor kodok hijau dan mendarat tepat di hidung Seohyun.

Kodok????? batin Seohyun.

NGIIIIIIIIIING!!

“Jinwoon-ya, cepat ceburkan yeoja itu!”

Dengan kasar Seohyun melepas cengkraman kuat Jinwoon dan menonjok keras perut Jinwoon.

Seohyun melepas kedua kuncirannya. “Kau, namja bodoh! Mau berantem, hah? Kajja!

Ternyata Seohyun telah berubah menjadi Seohyun. Dia berputar dengan cepat dan melayangkan kakinya tepat ke arah wajah Jinwoon hingga namja besar itu tercebur ke dalam kolam.

Seohyun menepuk-nepuk tangannya, lalu melirik ke arah sekumpulan yeoja berwajah pucat yang tadi menyeretnya kemari.

“Kalian tau? Ga ada yeoja yang lebih jelek ketimbang yeoja yang sedang cemburu? Kalian mau namja yang kalian puja-puja melihat sisi kejelekan kalian?” Seohyun dengan evil smirk-nya kembali melanjutkan, “Aku, Seo Joohyun yang baik hati akan mewujudkan impian kalian.


“Ppali, hyung!”

“Ya, Yonghwa-ya, igo mwoya?”

“Nanti kau juga tau!”

Onew dan Yonghwa berlari menuruni anak-anak tangga menuju ke belakang gedung tempat mereka sekarang.

Mereka berdua terperanjat begitu sampai di tujuan.

HAHAHAHA, rasakan ini!” Seohyun membuang beberapa ekor katak yang dia ambil di lab ke dalam kolam ikan yang berisi beberapa yeoja malang.

“Ampun Seohyun, ampuuuun!!!!”

“HAHAHAHAHA!! Main sana dengan kodok-kodok cantik ini. Dan yang terakhir..,” Seohyun merogoh sebuah karung dan mengeluarkan makhluk melata nan besar, “ular nan lucu ini!”

Onew langsung saja menghampiri Seohyun, “Ya,ya,ya! Seohyun-ah, maafin saja mereka! AISH, kau ini! Kenapa jadi liar begini, sih?”

Onew mengambil paksa ular piton besar dari tangan Seohyun dan kemudian memeluknya. “Omo.. Ular yang cantik. Maafkan kelakuan adikku ya. Dari mana Seohyun mendapatkan ular ini?” gumam Onew sambil memasukkan ular itu ke dalam karung. Penyayang binatang mode: on...

“Kau Seo Joohyun?” tanya Yonghwa mendekat.

“Cih, pertanyaan idiot apa itu? Bodoh!”

Seohyun yang sekarang beda banget sama Seohyun yang tadi. Apa mungkin dia emang punya dua kepribadian atau hanya ingin mengerjaiku? batin Yonghwa.

“Eh, kenapa berisik banget di sini?” tanya Minhyuk yang datang tiba-tiba.

KANG MINHYUK!” Seohyun berjalan menghampiri Minhyuk dan menarik kasar kerah seragam Minhyuk. “Ini salah kau ga ngajarin diam yeoja-yeoja bodoh Lovely Minhyuk Fanclub itu! Makanya di sini berisik!!!”

“Jinjja?” Minhyuk melirik ke arah kolam, beberapa yeoja berusaha kabur. Minhyuk sendiri tidak tau kalau ada yang mendirikan Fanclub untuk dirinya.

Apa-apaan si Minhyuk itu? Ga ada reaksi melihat perubahan drastis Seohyun. Aneh!

Masih di tempat yang sama. Onew menghampiri Roo dan memeluk erat anak anjing itu. “Aigoo, Roo! Kau ga apa-apa kan? Ada yang luka? Ayo kita ke UKS.” Onew berlari menuju UKS sambil menggendong Roo yang sebenarnya tidap apa-apa. Penyayang binatang mode: still on..

“Syukurlah kau ga apa-apa, Seohyun-ah. Ga ada yang luka kan?” tanya Minhyuk lembut.

“YA! AKU BELUM SELESAI NGOMONG!” teriak Yonghwa.

“Yonghwa-ya, kenapa teriak-teriak?”

“Diam kau, Minhyuk!” seru Yonghwa seraya menatap tajam Minhyuk yang kemudian dialihkan pada Seohyun. “Aku ga peduli kau punya kepribadian dua kek, tiga kek, sepuluh kek. Aku.ga.peduli!” Yonghwa mencengkram erat pergelangan tangan Seohyun.

“Aku ingin kau minta maaf atas apa yang kau lakukan di masa lalu, yang kau anggap untuk bersenang-senang! Tau tidak, rasanya sulit memaafkanmu!”

Lepaskan!”

“ENGGAK! Aku udah banyak berubah. Aku bukan Jung Yonghwa yang dulu lagi. Jadi jangan coba-coba memerintahku! Kalau kau ga minta maaf, aku ga akan membiarkanmu pergi!”

Yonghwa mengatur nafasnya. Rasa emosi kini mendominasi dirinya. Semua unek-uneknya selama ini, akhirnya tersampaikan juga.

“Yonghwa-ya, kau tau? Kalau kau lagi marah, kau masih terlihat tampan, lho.”

Seohyun mengedipkan sebelah matanya pada Yonghwa lalu mendekatkan diri pada Yonghwa hingga bibir mereka saling bertemu.

-TBC-

15 comments:

  1. itu kepribadian ganda atau alter ego?? serem tapi keren. aku mau dong jadi anggota lovely minhyuk, tapi aku mau jadi yang baik aja ah *emang ada?*
    lanjut onn

    ReplyDelete
  2. seohyun gak nyangka berkepribadian ganda ._.kukira cuma amnesia trus udh inget lg,tp ko minhyuk ko gk kaget yah? apa krn udh tw? penasaran nih

    ReplyDelete
  3. hyaaa ~~ seohyun nyium yonghwa di depan minhyuk ~~~
    kereeeenn ~~

    ReplyDelete
  4. hwah... makin seru aja nih ceritanya...

    kayaknya minhyuk juga dari masa lalu deh... **sok tau**,, tadi yang ngelemparin kodok supaya seohyun berubah itu minhyuk bukan thor?? hehhehehhe..

    //makin penasaran... lanjut aothooor... jangan lama2.. hihi

    ReplyDelete
  5. wihiii seru banget si seo ! lanjuut un

    ReplyDelete
  6. @sarah: ada. yuk kita bikin ;p

    @Na & @Princess Edelweis : kasih tau ga ya???? kekeke ikutin aja terus ;p

    @rara & @haninrare: hehe gamsa~ lanjutannya mungkin agak lamaan ;D

    ReplyDelete
  7. Wa....seru aku suka.....aku tunggu cerita selanjut y... :)

    ReplyDelete
  8. wakekeke .. cool seohyuuuunnn ... hehehe :)

    ReplyDelete
  9. seo onni..kuereennnn... *two thumbs up #sokinggris

    ReplyDelete
  10. wow..lanjutkan thor!!! salam dari blog saya,kkkk!!

    ReplyDelete
  11. ya ampun jangan bilang dulu suka sama Yong tapi garangin Yong juga (?) ah kepribadian ganda jadi susah buat nebaknya ><
    lanjut onn lanjuuut

    ReplyDelete
  12. ya ampun jangan bilang dulu suka sama Yong tapi garangin Yong juga (?) ah kepribadian ganda jadi susah buat nebaknya ><
    lanjut onn lanjuuut

    ReplyDelete
  13. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  14. ceritanya keren bgt!!!!!!!!
    anime bgt! tp keren!!!!
    terinspirasi dr mn chingu?
    coba ad filmx keren nih!
    LANJUTKAN! *seenak udel*

    Daebak! HWAITING!!!

    ReplyDelete
  15. ini kan cerita dari komik jepang judulnya juga sama W Pinch -,-

    ReplyDelete

Cara komen (bagi yang kurang jelas):

1. Ketik komen kalian di kotak komentar.

2. Di samping 'Berikan komentar sebagai', klik Google (bagi yang menggunakan Blogspot) atau LiveJournal/Wordpress/AIM/TypePad/OpenID (bila kalian mempunyai akun disana)

3. Atau bagi yang tidak punya akun sama sekali / tidak mau ribet, klik NAME/URL (kosongkan URL bila tidak mau ditampilkan)

4. Klik 'Poskan komentar'