Saturday, March 12, 2011

LUCKY - Lee Jonghyun [SONGFIC]



Author : kang hyeri (@mpebriar)

Genre : Songfic, romance

Length: oneshot

Rating: PG13

Cast:

  • Lee Jonghyun CNBLUE
  • Jung Inseok (fiktif)

Note: Annyeong :) Ini ff songfic pertamaku. selamat membaca, jangan lupa kasih pendapat kalian :))

Fakta yang ada di ff ini:
  1. Jonghyun pertama kali ciuman di tangga sekolahnya
  2. Mantan pacar Jonghyun ada 8
  3. CNBLUE debut di Jepang 19 Agustus 2009 dan di Korea 14 Januari 2010
Sisanya ngarang ya....

Oh ya aku bikin ff ini gara-gara suka banget liat Jonghyun nyanyi Lucky nya Jason Mraz ft. Colbie Caillat





Do you hear me,

I’m talking to you

Across the water across the deep blue ocean

Under the open sky, oh my, baby I’m trying



Harajuku, 20 Juni 2009, 03.02

Jonghyun pov

Jarum pendek mengarah ke angka tiga, kurang lebih tiga jam lagi matahari akan terbit. Ya Tuhan, mataku ini kenapa tidak mau merem sih? Gara-gara foto ini, aku jadi tidak bisa tidur. Aigoo, padahal saat manggung tadi rasanya badanku pegal-pegal.

Panas, lebih baik aku mencari udara segar di teras kamar.

Huaaaaaah, anginnya segar. Tidak terasa panas lagi. Eh, kenapa foto ini masih aku genggam?

Inseok, apa kabar? Aku sangat rindu padamu. Maaf aku tidak bisa menghubungimu. Kalau bisa pasti sudah kuhubungi dari kemarin-kemarin. Melihat senyummu di foto ini, rasanya aku yakin kau baik-baik saja.


Boy I hear you in my dreams

I feel your whisper across the sea

I keep you with me in my heart

You make it easier when life gets hard



Seoul, 20 Juni 2009, 03.14

Inseok pov

Aku terbangun dari tidurku. Aissssssh, kenapa bangun sih? Aku lagi mimpi indah tau TT.TT Mimpi yang sangat indah. Aku bisa mendengar suara Jonghyun lagi setelah setahun aku tidak bertemu dengannya.

Jam tiga pagi. Kalau terbangun begini mana bisa lagi aku tidur. Lebih baik aku ke teras, mencari udara segar.

Huaaaaaa, masih ada bintang. Ah, ini mengingatkanku akan masa kecil kami, aku dan Jonghyun. Aku sering sekali tertawa mengingat Jonghyun kecil suka sekali menginap, memandang bintang dan tidur bersamaku. Hahahaha, Jangan negatif ya, kami masih sangat polos saat itu, tinggi Jonghyun bahkan dulu lebih pendek 5 cm dariku yang tinggiku saat itu 118 cm. Tidak menyangka kini Jonghyun jauh lebih tinggi dariku.

Hai, Jongie! Apa kabarmu di Jepang? Aku di sini baik-baik saja. Aku sangat merindukanmu. Aku harap kau sukses di sana. Kalau sukses, kau pasti diperbolehkan mempunyai ponsel dan kita pasti akan sering berhubungan.

Kalung yang kau berikan masih setia bertengger di leherku. Kalau menjalani hari-hari tanpa kalung ini, rasanya pasti akan berat sekali.


I’m lucky I’m in love with my best friend

Lucky to have been where I have been

Lucky to be coming home again



Busan, 4 januari 2004

Jonghyun pov

Aigoo, apa yang mesti aku lakukan? Aku sungguh menyukainya, tapi aku takut ditolak hanya karena aku sahabatnya. Aaaaaaah, kenapa kami harus berteman sejak kecil sih?

Aku dan Inseok noona sudah berteman sejak kecil. Mungkin karena faktor rumah kami yang letaknya sangat dekat. Aku sudah akrab sekali dengannya. Kami juga sering bermain bersama.

Entah sejak kapan perasaan ini muncul. Oh iya, dua bulan yang lalu, aku memergoki seorang namja sedang menyatakan cintanya pada seorang yeoja. Dan aku terbelalak saat mengetahui kalau yeoja itu adalah Inseok noona. Tiba-tiba saja ada perasaan aneh yang muncul di hatiku. Aku rasa itu artinya aku cemburu. Ya, cemburu. Untung saja noona menolaknya.

“Dia mau menerima cintaku ga ya?” gumamku. “Ah usaha dulu, hasil belakangan. Yang penting dia tau isi hatiku.”

Aku mengeluarkan ponselku dari saku seragam sekolahku lalu mengetik beberapa kata.

Inseok noona, bisa temui aku di tangga gedung belakang? Ada yang ingin aku bicarakan.

Terkirim.

Tak lama setelah itu sms balasan masuk.

Ada apa Jongie? Baiklah aku akan segera ke sana

Aigoo........ dugeun-dugeun.


Inseok pov

Kenapa Jongie mau bertemu denganku pas istirahat sekolah begini? Rasanya kok deg-degan ya? Aigoo, jantungku tiba-tiba berdegup dengan kencang.

De javu. Aku seperti pernah merasakan saat-saat ini. Aku jadi teringat peristiwa dua bulan yang lalu. Namja dari kelasku tiba-tiba mengajakku ke atap sekolah dan dia menyatakan perasaannya padaku. Itu pertama kalinya yang terjadi dalam hidupku. Namun aku tolak. Aku masih mau fokus belajar mempersiapkan ujian kelulusan. Lagi pula, bukan namja itu yang aku inginkan. Aku ingin dia yang mengisi hatiku. Apa dia punya perasaan yang sama denganku?

Aku sudah berada di tempat yang Jongie pinta, tapi tidak ada tanda-tanda keberadaannya. Mana dia?

Tiba-tiba terasa dua buah tangan besar menutup mataku.

“Jongie, aku tau itu kau.”

“Kok tau sih?”

“Yang suka berbuat begini kan hanya kau, Jongie.”

“Ah, kau benar.”

Lalu kami hanya berdiam, tidak ada suara yang keluar sepatah katapun dari mulut kami. Kok jadi kaku begini?

“Jongie, tadi katanya kau mau bicara. Mau bicara apa? Tumben banget ngajak ketemuan di sekolah. Biasanya kau hanya mengirimku sms.”

“Hmm, noona?”

“Ye?”

“Di matamu aku ini seperti apa?”

Eh, kenapa Jonghyun bertanya seperti ini?

“Kau itu namja yang baik, tampan pula. Dan lagi kau itu sahabat baikku, Jongie, hehe.”

Apa-apaan ini? Kok aku jadi gugup?

“Kau hanya menggapku sahabat saja? Aku...aku mau lebih dari itu.”

“Mwo? Ma...maksud mu?”

Ya Tuhan, jangan bilang kalau Jonghyun...

“Aku menyukaimu noona.”

DEG!

Perkiraanku tidak meleset. Omona.... Tapi ada yang aneh, aku jadi tidak bisa berkata-kata.

“Noona? Kau marah ya? Mianhae, aku hanya ingin menyampaikan apa yang aku rasakan. Aku...”

Tiba-tiba saja tubuhku bergerak mendekati Jonghyun dan aku...menciumnya. Ada apa denganku?????

“Nado saranghaeyo, Jongie.”


They don’t know how long it takes

Waiting for a love like this

Every time we say goodbye
I wish we had one more kiss
I’ll wait for you I promise you, I will



Busan, 29 September 2006

Jonghyun  pov

“Lalu apa mau mu?”

“Aku ingin kita putus saja, Jonghyun. Aku capek pacaran dengan cowok cuek macam kau. Selamat tinggal!”

Sial! Lagi-lagi aku diputusin dengan alasan yang sama. Ini untuk yang ke-8 kalinya. Untuk yang pertama, itu karena hal lain.

Ternyata Inseok noona tipe yeoja pencemburu. Karena kecemburuannya yang berlebihan itu, aku putus dengannya. Dia cemburu hanya karena saat pementasan drama, aku terpilih sebagai pemeran namja utama, dan di akhir kisah yang bahagia aku diharuskan mengecup bibir sang putri. Ck! Padahal kami baru menjalin hubungan baru 3 bulan. Dan dia ingin putus dengan alasan ingin fokus ujian. Alibi!

Jung Inseok, berkali-kali aku pacaran dengan yeoja lain, yang ada di pikiranku hanya kau. Nomu saranghaeyo.


Inseok pov

Temanku yang satu sekolah dengan Jonghyun memberitahuku kalau Jonghyun lagi-lagi putus. Entahlah, aku senang mendengarnya.

Aku sungguh menyesal saat itu. Andai saja kecemburuanku tidak berlebihan, mungkin saja kami saat ini masih bersama. Aku hanya tidak terima melihat Jonghyun mengecup bibir yeoja lain, walaupun hanya kecupan. Ingin sekali rasanya memutar waktu. Andai bisa.

“Kau masih memikirkan mantanmu itu ya?” tanya temanku. Kalau soal cinta, aku memang terbuka dengannya karena dia ahli soal itu.

“Ye! Rasanya susah sekali melupakannya.”

“Hmmm, kau cinta banget sama dia, sampai-sampai pangeran tampan dari kelas sebelah menembakmu saja kau tolak. Banyak yang antri mau jadi namjachingu mu lho.”

“Kau mau? Ambil saja!” kataku ketus. Aku lagi malas membahas itu.

“Yah, jangan marah dong, Inseok. Saranku ya, lebih baik kau terus terang pada mantanmu itu. Dari pada galau melulu cuma bisa mikirin dia.”

Apa yang dibilang temanku memang benar. Sebaiknya aku mengaku kalau aku masih cinta padanya. Tapi apa perasaan dia masih sama seperti dulu?

“Besok SMP mu akan mengadakan festival kebudayaan kan? Ajak saja dia bertemu.”

I’m lucky I’m in love with my best friend

Lucky to have been where I have been
Lucky to be coming home again
Lucky we’re in love every way
Lucky to have stayed where we have stayed
Lucky to be coming home someday



Busan, 30 September 2006, 11.38

Flashback

Jonghyun pov

Apa sebaiknya aku mengaku saja pada noona kalau aku masih mencintainya? Tapi aku rasa noona sudah tidak memiliki rasa lagi padaku. dulu aku sms noona tidak membalas, aku hubungi tidak noona jawab. Ditambah lagi semenjak hari kelulusannya, dia beserta keluarganya pindah ke Seoul. Kami benar-benar lost contact selama hampir 2 tahun.

Ayolah Jonghyun, jangan jadi pengecut.

Tanganku bergerak merogoh isi tasku, sebuah ponsel kini digenggamanku. Aku mencari sebuah nama di kontak ponselku. My Love Inseok. Bahkan aku tidak mengganti namanya di kontak. Ini juga yang menyebabkan mantanku yang ketiga, kelima, dan keenam memutuskanku selain dengan alasan karena aku yang terlalu cuek.

Ragu-ragu. Aku telpon apa tidak ya? Namun jempolku malah memencet tombol eksekusi itu. Terlanjur sudah.

“Nomor yang anda tuju sedang sibuk, cobalah beberapa saat lagi”

[author: laaaaah, operator di sana sama di indo ga jauh beda ternyata *ceritanya*]

Sibuk? Sedang menelpon siapa dia? Ah pasti namjachingunya. Lebih baik ku kirim pesan saja.

DRRRRRRRRRRRT!

Ponselku bergetar begitu aku selesai mengirim pesan pada Inseok, sms masuk.

Jonghyun, apa kabar? Kau masih ingat aku kan, kecuali kalau kau sudah menghapus nomorku. Hmmm besok ada festival kebudayaan di sekolah kita dulu, kau tau? Bagaimana kalau kita ke sana? Tidak ada yang mau menemaniku. Bagaimana? Sekalian kita ngobrol-ngobrol, hehe. Jangan memaksakan diri kalau kau sibuk.

Omo... Kenapa bisa sama begini?


Inseok pov

Aku menelpon Jonghyun, tapi ternyata sibuk. Syukurlah. Aku belum siap betul menerima penolakan langsung dari bibir Jonghyun. Lebih baik ku kirim pesan saja.

Beberapa detik setelah aku mengirim pesan, datang sebuah sms. Omo... dari Jonghyun.

Annyeong noona J Masih ingat aku kan? Aku barusan menelponmu, tapi kata si operator-noona kau sibuk. Besok kau datang ke festival sekolah kita yang dulu? Aku harap kau datang. Sudah lama sekali aku tidak berjumpa denganmu.

Ya Tuhan, pantas saja sambungan sibuk, kami saling menghubungi satu sama lain secara bersamaan. Kenapa kami memiliki jalan pikiran yang sama?

Sebuah pesan kembali masuk.

Kau sudah baca sms ku barusan kan? Tentu saja aku mau.

Flashback end


Author pov

Seorang namja sedang berdiri di gerbang sekolah, gelisah menunggu seseorang yang tidak kunjung datang. Tapi rasa itu sirna begitu seseorang yang dia tunggu akhirnya datang.

“Annyeong, Jonghyun,” sapa Inseok.

“Annyeong noona.”

Dia memanggilku Jonghyun, bukan Jongie yang seperti biasanya.’

‘Noona? Selama pacaran dulu dia berhenti memanggilku noona.’

“Kau bertambah tinggi Jonghyun.”

“Haha, gomawo. Kau juga, bertambah cantik. Beruntung sekali namjachingu mu.”

Begitu Jonghyun mengungkit masalah namjachingu, suasana malah semakin kaku. Tanpa basa-basi lagi Jonghyun menarik tangan Inseok dan membawanya ke tangga, tempat Jonghyun menyatakan perasaannya dulu.

“Kita bicara di sini saja noona, suasana di sana ramai.”

Inseok mengangguk setuju.

“Apa kabarmu Jonghyun?”

“Aku baik, noona sendiri?”

“Sama.”

Mereka terdiam. Tidak bertemu selama dua tahun rasanya membuat mereka canggung satu sama lain. Mereka lupa kalau dulu mereka adalah sahabat.

“Senang akhirnya aku kembali ke sini. Rasanya baru kemarin aku meninggalkan Busan,” kata Inseok berusaha memecah keheningan.

“Kalau bertemu denganku, kau senang tidak?” Ups, buru-buru Jonghyun menutup mulutnya yang bertanya tanpa dipikir.

“Hmmm, aku senang. Sudah lama sekali kita tidak bertemu.”

“Aku juga senang bisa bertemu dengan noona lagi.”

Suasana kembali canggung.

“Bagaimana kabar yeojachingu mu?” pancing Inseok. Tapi dia malah terperanjat begitu mendengar jawaban Jonghyun.

“Kabarnya baik,” jawab Jonghyun dingin.

“Ya, bukannya kau sudah putus?”

Jonghyun kaget, “Itu bukan urusanmu. Hei, bagaimana noona bisa tau?”

“Hah? Eh, itu.. temanku yang bercerita,” Inseok berkelit. Dia komat-kamit mengutuk bibirnya yang bicara kelepasan. Dengan segera Inseok mengalihkan pertanyaan, “Kenapa kau putus dengan yeojachingu mu? Nah, kau tidak selingkuh kan?”

Jonghyun terdiam. Tak lama diapun angkat bicara.

“Kata mereka aku ini orangnya cuek. Mereka ga tahan pacaran denganku.”

“Mereka?”

“Mantan-mantanku,” kata Jonghyun sambil mengacungkan 7 jarinya.

“Mwo? Banyak banget. Lagian kenapa kau cuekin? Kau kan bukan tipe namja yang suka cuekin orang yang kau sayangi.”

“Jadi kau pikir aku sayang pada mereka?” tanya Jonghyun lalu memalingkan pandangannya ke arah keramaian. Inseok hanya menatapnya bingung. Baginya, Jonghyun banyak berubah. Dia memang terkesan lebih cuek dan dari tadi dia sama sekali belum melihat Jonghyun tersenyum. Hanya muka datar yang tergambar dari wajah Jonghyun.

“Kau banyak berubah,” kata Inseok. Jonghyun hanya terdiam. “Kalau ada masalah cerita saja padaku, Jongie.”

Jonghyun tersentak saat Inseok memanggilnya dengan sebutan lamanya.

“Apa gara-gara kau putus sama mantanmu itu?”

Tiba-tiba saja Jonghyun mengangguk, “Aku begini karena dia.”

“Kau masih mencintainya?"

"Sangat."

Perasaan cemburu menghampiri Inseok. Beruntungnya yeoja itu, batin Inseok. 

"Ya sudah samperin, bilang kalau kau masih mencintainya.”

Sebenarnya Inseok merasa aneh, bisa-bisanya dia bicara begitu. Padahal niat awal dia menemui Jonghyun untuk mengutarakan apa yang dia rasakan selama ini.

“Ini sedang mau aku lakukan,” tanggap Jonghyun datar.

“Mwo?”

“Aku masih menyukaimu noona, aku masih mencintaimu.”

Inseok terperanjat, tidak menyangka kalau dialah sang mantan yang membuat Jonghyun menjadi begitu.

“Kau jangan bercanda Jonghyun.”

“Aniyo, aku tidak bercanda. Kenapa noona? Oh ya, aku lupa, noona kan sudah punya namjachingu. Mian noona, aku hanya bermaksud mengutarakan isi hatiku.”

“Cih, seenaknya saja kau bilang begitu!!” Inseok berjalan mendekati Jonghyun, menatapnya tajam, lalu meraih kerah kemeja Jonghyun. Dan... bibir mereka bertemu.

“Paboya! Aku dari tadi tidak bilang kalau aku sudah punya pacar.”

Sebuah senyuman Jonghyun yang Inseok tunggu akhirnya datang juga. “Lagi-lagi kau yang memulai Inseok, kini giliranku.”

Dengan cepat Jonghyun merengkuh dagu Inseok dan bibir mereka kembali bertemu. Inseok pun mengalungkan lengannya di leher Jonghyun.

Tangga sekolah itu menjadi saksi bisu akan cinta mereka untuk yang kedua kalinya.


And so I’m sailing through the sea

To an island where we’ll meet

You’ll hear the music fill the air
I’ll put a flower in your hair



Di pesawat menuju Bandara Incheon, 2 Januari 2010, 08.13

Jonghyun pov

Akhirnya kami, aku dan anggota CNBLUE lainnya, akan kembali ke Korea, tempat di mana kami berasal. Tinggal di Jepang memberikan kami banyak kenangan, walaupun begitu kerasnya hidup yang harus kami jalani di sana. Tapi usaha keras kami selama ini tidak sia-sia. Kami berhasil debut di Jepang 19 Agustus lalu dan ternyata responnya positif. Karena itu kami kembali ke Korea dan mempersiapkan debut kami di sana pada 14 Januari mendatang.

Bukan itu saja yang membuatku tidak sabaran. Aku ingin sekali bertemu Inseok, yeojachingu ku. Seminggu yang lalu aku meminjam ponsel manajer hyung dan menelpon Inseok, mengabarinya kalau aku akan pulang ke Korea.


Though the breezes through trees

Move so pretty you’re all I see

As the world keeps spinning round
You hold me right here right now



Busan, 2 Januari 2010, 16.35

Inseok pov

Hari ini Jongie-ku akan pulang. Aigoo, dugeun-dugeun..

Jonghyun melarangku menjemputnya di bandara. Dia memintaku menunggu di sekolah lama kami, di tangga yang mana merupakan saksi bisu antara cinta kami berdua. Dan di sinilah aku sekarang, duduk di tangga gedung belakang.

Sudah jam 17.19, nyaris sejam aku menunggu Jonghyun. Kemana dia? Jangan-jangan dia hanya mengerjaiku.

Tiba-tiba pandanganku gelap. Seseorang menutup mataku. Aku bisa merasakan siapa pemilik tangan besar itu.

“Jongie! Ini kau pasti.”

Jonghyun melepas tangannya dan membalikkan badanku.

“Bisa tidak sih kau pura-pura tidak tau?” tanya Jonghyun dengan senyum termanisnya serta lesung pipi yang menggoda.

Jonghyun banyak berubah secara fisik. Rambutnya panjang, badannya lebih kurus dari yang terakhir aku lihat, tambah tinggi dan... tentu saja tambah tampan.

“Kau tidak mau memelukku?” tanya Jonghyun. Dia merentangkan kedua tangannya, memberi isyarat padaku untuk segera memeluknya. Baiklah Jongie, aku turuti kemauanmu.

“Bogoshipoyo, Inseok-ah..”

“Nado bogoshipo, Jongie..”


I’m lucky I’m in love with my best friend

Lucky to have been where I have been
Lucky to be coming home again
I’m lucky we’re in love every way
Lucky to have stayed where we have stayed
Lucky to be coming home someday


-end-





9 comments:

  1. baca ff ini sambil muter lagu lucky yang dibawain sama Jonghyun di otak (?), keren banget loh eon :'O

    oiya, diantara mantan2nya itu sebenernya ada aku eon, tapi yaaa yong ngegodain sih yaudah aku putusin aja jonghyunnya "..."

    eon, kalau buat ff lupain suami dulu xD maksudku ini lho:
    “Cih, seenaknya saja kau bilang begitu!!” Inseok berjalan mendekati Minhyuk, menatapnya tajam, lalu meraih kerah kemeja Jonghyun. Dan......

    bagus eonn, sukaaa ff nya :p sukaa jonghyunnya (?)
    *minta balikan sama jonghyun*

    ReplyDelete
  2. eh udah di edit ya ehehe, kecepetan komen ._.

    ReplyDelete
  3. uweee..ohh..ini toh songficnya...huweeeeeeee..noona2...-,-
    *envy dah sama noona inseok..
    kwkkwwkw..
    nih disini minhyuk jadi apa yah:: “Cih, seenaknya saja kau bilang begitu!!” Inseok berjalan mendekati Minhyuk, menatapnya tajam, lalu meraih kerah kemeja Jonghyun. Dan... bibir mereka bertemu.

    ada minhyuk???

    ReplyDelete
  4. ica & desi: sebelumnya gomawo udah baca.

    pantesan aku cari minhyuk ga ada, ternyata nyempil disitu. kkkkkk gomawo udah diingetin. udah aku ganti :p
    maklumin ya, istri lagi galau, jadi inget suami #abaikan

    ReplyDelete
  5. weee eonn gak sempet ngliat si minhyuk .. hehehe
    n blum terpikir bikin ff dr lagu ... *bongkar cd dulu* ...
    :)

    seepss seepss ff ini

    ReplyDelete
  6. hmmm
    ini beneran ya???
    jong hyun cn blue da pnya pacar....

    ReplyDelete
  7. Seru bgt FF'a ada Jonghyun oppa lagi aih..... :D

    ReplyDelete
  8. kawaii Jonghyun-ah.. XD like this songfic! i like songfic! ^_^

    ReplyDelete

Cara komen (bagi yang kurang jelas):

1. Ketik komen kalian di kotak komentar.

2. Di samping 'Berikan komentar sebagai', klik Google (bagi yang menggunakan Blogspot) atau LiveJournal/Wordpress/AIM/TypePad/OpenID (bila kalian mempunyai akun disana)

3. Atau bagi yang tidak punya akun sama sekali / tidak mau ribet, klik NAME/URL (kosongkan URL bila tidak mau ditampilkan)

4. Klik 'Poskan komentar'